I'll Be There

1.1K 100 54
                                        

Earpods berwarna ungu terpasang dikedua telinganya. Menambah sempurna outfit berolaharaganya malam ini. Beberapa kali ia berlari kecil mengitari taman di area apartemen itu dengan perasaan tidak nyaman dan sesekali menengok keatas pada Gedung 3 yang jaraknya cukup jauh dari tempatnya berlari. Ia sebenarnya ingin berlari kesana, menaiki lift, dan menekannya menuju lantai lima. Membuka pintu di unit paling ujung untuk memastikan apa yang sedang dua orang itu lakukan didalam. Setelah beberapa kali melihat mereka berdua membawa kardus atau barang lainnya dari Gedung 2 ke Gedung 3, ia tidak lagi melihat keduanya keluar dari lift Gedung 3.

Ia ingin mengabaikan presensi kedua orang tadi yang sedang repot memindahkan barang, tetapi salah satu dari keduanya mengenakan pakaian berwarna merah. Ketika turun untuk yang kedua kalinya, jas merahnya sudah tidak ada. Menampilkan kemeja warna putih yang dibagian lengannya sudah digulung sampai siku. Dan 2 kancing atasnya sudah terbuka. Bahkan ia tidak melupakan peluh yang membanjiri wajah, lengan, dan bagian dada orang itu. Terlihat seksi dan otot tangannya terlihat jelas.

Pasti Seokjin tidak akan melepaskan matanya dari itu.

Akhirnya Jungkook melangkahkan kakinya menuju minimarket didekat gerbang masuk Gedung apartemen itu. Setelah beberapa menit berada didalam, ia keluar dengan satu botol minuman isotonic berwarna biru. Duduk disalah satu bangku yang ada didepan minimarket, dan meneguk botolnya hingga setengah. Mengatur napasnya yang memburu sambil mengelap peluh didahi dan dagunya.

Tatapannya memandang jauh pada Gedung 3. Seolah menanti sesuatu muncul dari sana. Hampir setengah jam dia berdiam diri dan tetap menatap pintu masuk Gedung tempat tinggalnya, dan ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia meremas botol kosong didepannya hingga remuk dan tak berbentuk.

Mendengus kasar dan berjalan menuju unitnya berada.



Kardus terakhir yang ia bawa kali ini membuat tenaganya terkuras habis. Taehyung duduk di sofa berwarna ungu di ruang tamu unit itu. Menyandarkan punggungnya setelah meletakkan kardus diatas lantai. Napasnya terengah-engah dan keringatnya mengucur deras.

Seokjin muncul dari dapur dengan dua gelas kosong dan botol minuman dingin yang berwarna bening dengan bagian luar yang sudah sangat mengembun. "Mau gue masakin sesuatu? Lo belum makan kan pasti?"

Setelah Seokjin duduk didepannya, Taehyung meraih gelas yang sudah terisi penuh didepannya. Meneguknya sampai tak tersisa. "Nggak usah. Gue mau langsung balik aja. Besok mesti berangkat pagi karena ada jadwal sidang," jelasnya sambil mengelap keringat didagunya.

"Ramyeon aja ya yang cepet! Please, gue bakal ngerasa bersalah banget kalau biarin lo kelaparan setelah bantuin gue segini banyak," mohon Seokjin dengan kedua telapak tangan yang disatukan.

Setelah menimang-nimang sejenak, akhirnya Taehyung mengangguk setuju.

Mereka berdua kini duduk berhadapan dengan dua mangkok berisi ramyeon yang hanya tinggal setengahnya saja. Bahkan milik Seokjin hampir habis setelah ia meneguk kuahnya dengan cepat. Taehyung hanya diam sedari ia memegang sumpit. Bergelut dengan pikirannya dan merasakan desakan dihatinya yang membuatnya tidak nyaman sejak beberapa jam yang lalu. Ia ingin bertanya tetapi tidak tahu harus memulainya darimana.

"Gue nggak paham banget sama hidup gue akhir-akhir ini," ucap Seokjin setelah meletakkan mangkoknya yang sudah kosong. Meraih botol dan menuangkan pada gelasnya yang sudah kosong.

"Gue nggak nyangka banget bakal ketemu dia lagi," Seokjin meraih gelas Taehyung dan mengisinya sampai penuh. Lalu menggesernya Kembali ke samping mangkok Taehyung.

Taehyung menghentikan sumpitnya yang sedari tadi sibuk memindah mie dari mangkok ke mulutnya. Mengunyah perlahan dan menatap Seokjin mendengarkan dengan tenang. "Lo mau pindah rumah lagi?"

Never Meet AgainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang