Be My Last🔞

2.5K 116 89
                                        

Mereka berdua menatap dengan pancaran berbeda. Jungkook dengan tatapan kesalnya, dan Seokjin dengan tatapan nanarnya. Perasaan Seokjin yang awalnya menggembu berlarian di angkasa kini seolah telah terbanting kebawah begitu saja.

Jungkook menghela pelan. Ia melangkah mendekat dan menempelkan kedua lututnya pada tepian ranjang. "Lo nggak bisa bilang itu sekarang,"

Baru saja Seokjin berniat membuka mulutnya, dengan cepat Jungkook mendahuluinya, "Gue udah nyiapin diri sampai mau gila untuk bilang kalimat itu, Seokjin. Lo nggak bisa nyuri momen itu dari gue." Terangnya yang kini meletakkan kedua telapak tangannya pada pundak Seokjin yang turun.

Seokjin mengatupkan bibirnya rapat. Menahan senyum di bibirnya.

Sedetik kemudian Seokjin mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Mengeluarkan benda kecil dengan bahan bludru berwarna biru yang melapisi kotak itu yang sekarang berada pada telapak tangannya. "Tapi gue udah beli ini,"

KLAK.

Dengan kedua tangannya ia membuka kotak itu dan terdapat sebuah cincin didalamnya.

Jungkook membola. Ia dengan cepat melangkah mendekati nakas dan menarik benda terbuat dari kayu itu keluar. Meraih kotak yang hampir sama dari dalam sana tanpa mendorong laci itu kembali. "Lo emang lebih bercanda! Gue udah nyiapin ini dari lama." Jungkook menyodorkan kotak ditangannya pada Seokjin yang masih menahan senyum di bibirnya.

"Tapi gue–"

"Denger dulu! Seorang pria bakal mempersembahkan momen tak terlupakan ketika melamar pasangannya," ucapnya dengan pongah. Memegang dadanya dengan tangan kiri dan mengangkat kotak ditangan kanannya sambil sedikit mendongak keatas.

"Gue bukan pria?" tanya Seokjin dengan bibirnya yang melengkung kebawah dan kedua tangannya kini sudah berada di pangkuannya.

Jungkook segera menunduk dan menatap Seokjin kembali dengan kedua mata melotot. "Seperti sebuah pertanyaan jebakan," ucapnya sambil memicingkan kedua matanya.

Seokjin meraih kotak di tangan Jungkook. Membuat Jungkook sedikit terkejut.

KLAK.

"Harusnya ini sepasang, kan? Terus kenapa belinya cuma satu?" Seokjin mengangkat kotak cincin milik Jungkook. Yang ternyata isinya hanya satu buah cincin dengan permata biru tua menghiasinya.

Jungkook mengingat-ingat kembali dimana ia menyempatkan diri membeli benda itu ketika sedang berada di luar negeri. Ia tidak tahu jika cincin itu seharusnya sepasang. "Masa gue harus beli buat diri sendiri juga? Kan gue yang minta lo buat jadi milik gue seutuhnya, nggak bosen-bosen di samping gue meskipun mungkin nanti kita sering bertengkar karena beda pendapat?" tanyanya meskipun ia ragu dengan kalimat yang ia tanyakan pada Seokjin.

Seokjin merasakan puluhan kupu-kupu menggelitiki perutnya. Ia menurunkan kedua kakinya dari ranjang. Membuat Jungkook sedikit memundurkan langkahnya.

KLAK.

"Ini gue udah nemuin pasangannya. Di Paris." Kini kedua buah kotak cincin itu terbuka. Menampilkan sepasang cincin yang sempurna. Berkilau dengan percaya diri membuat kedua mata Jungkook membola sempurna.

Jungkook menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia cukup terkejut karena Seokjin telah berhasil menemukan tempat dimana ia membeli cincin itu untuknya. "Jadi lo nggak pulang-pulang karena nyari pasangan cincin itu?!" tudingnya cepat ketika menyadari apa yang baru saja terjadi.

Seokjin mengangguk cepat sambil tersenyum lebar.

Binar di kedua matanya meredup seketika. Ia menunduk sambil mengusap dahinya pelan, "Ternyata gue sendiri yang bikin lo nggak pulang-pulang," lirihnya dengan perasaan sedih.

Never Meet AgainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang