Zahra dan Cisilia masih mengintrogasiku,semenjak mengetahui ada tamu yang datang tadi siang ketika mereka tidak ada.
Kecurigaan mereka beralasan,karna ada satu bekas gelas di atas meja ruang tamu,dengan sisa teh di dalamnya.
Hampir tiga tahun tinggal bersama di Apartemen milik Zahra,membuat Zahra dan Cisilia semakin hafal soal kebiasaanku.
Aku tidak biasa membawa teman pria ke Apartemen selain Arion.sekalipun ada,pasti akan ku beritahu kepada mereka agar tidak ada fitnah nantinya.
Mengingat,aku bukanlah seorang gadis lagi seperti mereka yang masih leluasa menjalin pertemanan dengan lawan jenis.
Apa lagi,aku juga tidak berani karna selalu di pantau Arion meski hanya lewat video call.
Aku tidak berani berbohong,apa lagi mengelabui sahabatku sendiri.
Di tampung Zahra si anak pengusaha tekstil sudah lebih dari cukup bagiku untuk bersyukur.
Aku,yang sudah tidak memiliki keluarga lengkap ini tidak mau terlalu sok jaim.selain tidak ingin Zahra tersinggung,aku pun memang membutuhkan tempat tinggal.
Yang ku punya sekarang,hanya adik dari papa yang biasa ku panggil tante Hilda.beliau sekarang tinggal di Semarang,punya sepasang anak yaitu Mas Wisnu dan Mba Ulan.kedua sepupuku itu sudah menikah,dan tante Hilda memiliki tiga orang cucu.
Orang tauku,sudah lama meninggal.Papa kembali kepangkuan ilahi waktu aku masih duduk di bangku SMA.sementara Mama,menyusul setelah dua bulan aku menikah.
Mamah mengidap gagal ginjal,dan harus menjalani cuci darah setiap seminggu sekali.dan harapan Mama saat itu,aku cepat menikah agar aku ada yang menjaga jikalau Tuhan cepat menjemputnya.
Itulah sebabnya kenapa aku dulu di sarankan tante Hilda menikah,karna Mama tak ingin aku kesepian dan Mama juga bisa legah dan tenang.
Tapi,takdir berkata lain.pria yang di harap Mama bisa menjadi rumahku,pelindungku,juga imam bagiku rupanya tidak sebaik yang Mama harapkan.
Sejak bercerai,Zahra selalu memohon agar aku mau tinggal bersamanya.alasannya,karna dia tidak memiliki teman.tinggal sendiri di Apartemen mewah tidak membuatnya merasa cukup.
Katanya,akan lebih berwarna lagi jika ada yang menemani.apalah arti semua harta jika hanya tinggal sendiri ? begitu bujukkannya.
Dan,akupun mengiyakan.
Soal Cisilia,kenapa dia bisa tinggal bersama kami ? itu karna Cisilia sahabat lama Zahra dari Polandia. Ayahnya Cisilia bersahabat dengan Om Bilal,ayahnya Zahra.
Tante Maria,Ibunya Cisilia asli Surabaya,menikah dengan orang Polandia dan hanya memiliki satu anak yaitu Cisilia.
"gue bilang juga apa,Arion gak bakalan mau putus jalang !"
Aku tersenyum kecil.
Cisilia terlihat antusias sekali,ingin mendengarkan kabar soal hubunganku dan Arion.
"lagian,ngapain harus putus kalau bisa kawin lari ! ya gak Ra ?"
"Heh ! kebanyakan makan babi lo makanya otak lo di tutup sama lemaknya ! asal jeplak aja kalau ngomong"
Aku tidak tersinggung dengan candaan Cisilia.tapi Zahra yang kurang suka mendengarnya.
Selain terharu,aku juga merasa malu mengingat kejadian tadi siang.aku belum percaya diri mengatakan kepada mereka soal kotak kecil yang di berikan Arion tadi.
Kawatirnya,Cisilia dan Zahra bisa jantungan saking tidak menyangkanya.
Nanti saja aku ceritakan kepada mereka jika saatnya sudah tiba.lebih tepatnya,menunggu hasil yang akan aku dan Arion perjuangkan.
Tiga paket combo KFC,menemani malam kami yang agak dingin karna cuaca di luar sedang turun hujan. juga,music melodi yang di setel Zahra menambah lengkapnya obrolan kami.
Tapi,setenang apapun aku di depan mereka, perasaanku tetaplah gusar memikirkan esok hari.
Hingga,gestur tubuhku yang mungkin terlihat berbeda membuat Zahra si paling peka menelisikku.
"lo masih bimbang ?"
Iyah.
"enggak.gue cuma gak nyangka aja Arion nekat nyamperin gue tadi..."
Padahal,perasaanku bukan cuma bimbang Ra.tapi cemas.
"ck,elah ! kita bukan baru setahun kali Bi bareng-bareng.lo kalau lagi bimbang pasti milinin jemari"
Nyatanya,Cisilia menangkap basah aksi ku tepat di ulu hati.
"kalau belum siap cerita juga gapapa Bi.yang harus lo tau,gue sama Cila bakalan selalu ada buat lo.dalam keadaan apapun..."
Aku percaya itu.
Makasih Ra...

KAMU SEDANG MEMBACA
Memeluk Bayangmu
RomanceAsal kamu tau,hari itu bagi aku bukan cuma takdir,tapi musibah dalam hidupku... Arion Anugrah