Jam 10 Arion jemput,Hanum rengek minta ikut.
Aku selalu menuruti apa maunya takdir,tapi kenapa takdir seolah menguji kelemahanku ? bukan soal Hanum,melainkan Pamannya Hanum.
gpp ? nanti kecapean di jln.jauh soalnya
Hanum anak yg kuat,jgn kawatir
iyaah...
Ini pertama kalinya putri Pak Angkasa ikut bersamaku.anak itu tinggal bersama Ibunya,setelah orang tuanya bercerai.
Hanya sesekali Pak Angkasa bisa meluangkan waktu jika beliau tidak sibuk.Hanum anak yang penurut,sekalipun kenyataannya dia di paksa dewasa oleh keadaan dan ke egoisan orang tuanya.
Aku saja yang dewasa ini selalu merindukan kebersamaan orang tua,apa lagi Hanum yang masih kecil ?
ada Arion yg jaga kalian
Ku pejamkan mata rapat-rapat.
Iyah,ada Arion bersama kami,berangkat ke kediaman Tante Hilda.
Antara cemas,di sana pasti akan banyak pertanyaan demi pertanyaan yang tentu saja akan sulit ku jawab.sebab,ada Arion yang sesungguhnya kekasihku.
Pasti akan sangat sulit bagiku untuk menjawab,meski memang sesungguhnya aku tidak memiliki pilihan untuk jujur.
"Hanum kalau ngantuk bobo aja,karna perjalanan kita lumayan jauh"
"Hanum mau bobo di pangku bunda"
Aku terkesiap,membalas tatapan Arion yang juga menatapku.
Bunda ?
"boleh Bi ?"
Bibirku tertarik tipis,mengiyakan permintaan Hanum dan pertanyaan Arion.
"boleh...sini sayang"
Hanum pindah kedepan duduk bersamaku,suara mobil mulai bergerak membelah jalanan Bandung.
Cuaca di luar sedikit rintik,aku ingin mencium aroma tanah namun Hanum sudah memejamkan matanya.menampilkan bulu lentik dan pipi gembulnya.
Ku elus kepala Hanum pelan,juga menepuk pahanya membantunya terlelap.
Sepanjang perjalanan,aku membayangkan situasi seperti ini bersama Arion.memiliki anak lahir dari rahimku,benih dari Arion.
Aku yang asik berhalu tidak jelas,tersadarkan oleh deheman Arion.mataku mulai berat,namun tidak mampu ku tutup kala kalimat menyengat darinya.
"jahat nggak,jika aku doain pernikahanmu gagal ?"
Susah sekali rasanya hanya menelan ludah,tapi tetap ku paksa.Arion mencoba menyuarakan isi hatinya.
"terus,kenapa kamu nggak mau bantuin aku untuk mencegahnya ?"
Secerca harapan itu,sirna kala Arion menjawabnya...
"aku nggak punya pilihan..."
"apa bedanya sama aku ?"
Balasku menahan air mata.
"kamu punya pilihan Bi..."
"kalau ada,lantas kenapa aku sampai di titik ini ?"
Beberapa saat kami kembali terdiam,sesekali ku elus lagi kepala Hanum,takut jika anak ini terbangun dan mendengar percakapan orang dewasa.
"kalau kamu jujur dari awal,harusnya kamu andelin aku..."
"ngelawan restu Ibu mu ?"
Perjalanan masih jauh,jarak tempuhnya sekitar tiga jam lagi.dan mobil yang di tungganginya memasuki area parkir hotel.
Sungguh,aku gemetar.
"Ar ?"
"kamu harus istrahat"
"aku pengen ini selesai secepat mungkin Ar.please..."
"ada Hanum Bi,aku nggak mau kalian berdua sakit"
Mobil di matikan,dan dia turun memutari mobil membuka pintunya.tubuh Hanum di angkat ke gendoongannya,ku ikuti langkahnya menuju lobi recepsionist untuk chek in.
Selesai memesan kamar,kami menuju kamar.menidurkan Hanum juga menyelimutinya.
Ku tatap wajah teduh Hanum,benar kata Pamannya,kasian jika Hanum di paksa tidur di mobil.anak ini bisa sakit karna tidurnya kurang nyaman meskipun kata Ayahnya Hanum anak yang kuat.
"temenin Hanum..."
Keningku melipat,melihatnya akan beranjak keluar dari kamar.
"mau kemana ?"
"aku di kamar sebelah,gak enak kalau calon suamimu tau kita nginep dalam satu kamar"
Bahuku luruh saat mendengar pernyataan itu...
Aku...
Ingin mengejarnya,mencegahnya,dan ingin memeluknya dari belakang.
Sungguh,logika dan jiwaku tidak singkron.
Aku rindu,terlalu rindu pada dia yang sudah lenyap di balik pintu hotel sialan ini !!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Memeluk Bayangmu
RomansaAsal kamu tau,hari itu bagi aku bukan cuma takdir,tapi musibah dalam hidupku... Arion Anugrah
