17

8 0 0
                                        

"sepertinya Pak Dito ada feeling sama kamu"

Suara berat itu tiba-tiba meredam musik di dalam mobil.aku tidak perlu mengoreksi yang tidak penting,karna tugasku hanya mengoreksi data perusahaan.

"kenapa diam ?"

Penjelasan apa yang harus aku uraikan ?
toh soal hati seseorang tidak bisa di tebak.ada yang menjalin hubungan saja belum tentu benar-benar cinta,apa lagi seseorang yang baru kita kenal ?

Pak Angkasa melawak ?

"kalaupun iya Pak,saya tidak tau"

Benarkan ?

Kemudian lengannya mengerat,dan remasan pada setir mobil terlihat meremas.

Pak Angkasa ini kenapa sih ?

"kamu kan janda,harusnya sudah berpengalaman dengan respon seseorang"

"kalaupun saya janda,bukan berarti ge'er melulu kan Pak ? saya hanya menjalankan tugas sebagai karyawan,dan harus menghormati rekan kerja Bapak"

Emosiku mulai tersulut.entah kenapa,perkataan Pak Angkasa sedikit menyinggung pereasaanku.lagian, sebagai atasan,tidak seharusnya membawa-bawa status karyawannya di dalam sebuah obrolan yang cukup absurd.

"besok pagi kamu saya yang jemput.Pak Bilal ada kunjungan penting dengan keluarganya dan beliau mengajak Zahra"

APA ???

JANGAN NGADI-NGADI DEH !!!

"emang iya ? kok Zahra gak ngomong sih ?"

"gak ngomong atau kamu yang gak cek hp ?"

Lekas ku rogoh ponsel yang berada di dalam tas dan mengecek room chat bersama Zahra.

Malam ini gue nginep di rumah bokap.besok lo bareng Pak Angkasa dulu ke kantor.sorri yah 😘

Tai !

Emotnya bikin rambut gue berdiri.

Elaan nafasku pasrah.Zahra tidak salah,karna memang kebodohanku yang sedari tadi tidak membuka ponsel.

Alhasil,mau tidak mau aku harus menuruti ide bangsat mereka.

"iyah..."

Pukul 06:20 aku sudah siap.pagi ini aku bangun lebih awal dari biasanya karena Pak Angkasa semalam sudah berpesan setelah mengantarku ke kantor,dia ada urusan bertemu seseorang.

Dan yah,turunnya aku dari mobil sudah pasti menjadi topik terpanas lagi di seluruh kantor karna tepat bersamaan dengan Lusi yang memasuki lobi.

"masih mau ngelak hem ?"

Ku abaikan ledekan Lusi memasuki lift.namun apa di kata,wanita jomblo ini malah mendorong tubuhnya tepat berdiri di sampingku.

Penat kepalaku terasa berat.sembari memijit pelipis ku redam emosi yang masih tertinggal sejak kejadian semalam.

Pak Angkasa yang tidak suka basa-basi,bahkan tidak bisa di tolak itu,pergi begitu saja setelah menurunkanku di depan kantor.

Tak bicara ataupun memberi pesan.aku cukup mendongkol,tapi...sebuah notif seketika masuk di ponsel.

Pak Angkasa ?

"cieeeee yang dapat chat dari doi ?"

Sengaja tak ku buka pesan itu,cukup di lihat dari jendela layar saja karna Lusi sudah berhasil mengintip.

Debaranku tidak karuan,berharap itu dari Arion berisikan kalimat penenang atau perasaan rindunya,namun pradugaku Arion telah dekat dengan perempuan lain menghantam sendiri jiwaku.

"so,sekarang lo mau ngelak gimana lagi hem ?"

Lusi berpindah posisi tepat di depanku,melingkar lengan di dada dengan heels yang di ketuk-ketuk ke lantai lift.

Tatapan Lusi menghujamku,juga alisnya yang naik sebelah membuatku bingung kehilangan akal untuk menghapus asumsinya yang berlebihan.

Meski akan ku jelaskan kronologi yang sebenarnya, Lusi tidak akan semudah itu mempercayainya.apa lagi,skill kekepoannya sudah bisa di akui di khalayak kantor.

"udah berapa lama lo dekat sama Bos ?"

Ku kumpul sebanyak-banyaknya oksigen yang ada,meski tidak cukup untuk melonggarkan rongga dada,setidaknya bisa menyurutkan sedikit emosi.

"yang lo liat itu,masih terlalu jauh dari asumsi lo Lus..."

"ck jujur aja kali ma gue.gue jamin aman kok"

Kedua jarinya di acung ke atas,mencoba meyakinkanku bahwa dia orang yang bisa di percaya.apa dia lupa,aku juga salah satu anggota Lambe nya di group WhatsApp ?

"itu udah jujur Lusiiiiii.masa gue musti ngarang cerita ? lo kan jagonya tuh nyari something sampe akar-akarnya.pasti lo gak percaya ntar pas lo dapet jawabannya"

Saat dia terdiam,bunyi dentingan lift menyelamatkanku.segera aku keluar meninggalkannya di belakang yang masih juga mengejarku.

"Feb ?"

"ck Feb tunguin iihh !"

"makanya jalan jangan kek kura-kura lo"

Tepat masuk ke ruangan,Lusi kembali mendekatiku...

"apa lagi hem ?"

"hehe...cuma mau ingetin,jangan lupa buka chat dari doi...HAHAHAHA"

Dan dia melesatkan tubuhnya ke kursi.

Diam-diam,aku menuruti saran Lusi.

Hari ini saya agak lambat masuk.adik saya sekarang ada di Bandung.

Hatiku berkali-kali membaca isi pesan tersebut,mencari letak kepantasanku untuk menerima sebuah pesan berbentuk kabar ini.

Tapi...

Baik pak 🙏

Memeluk BayangmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang