lo nggak jujur ke Arion ?
Mataku,membulat lebar membaca isi pesan dari Zahra.
Lo nggak ngadu kan ?
Balasanku itu,sudah pasti memancing kekesalan Zahra.dan aku sadar,wajar dia merasa tertuduh.
tanya ke dia,tau dari mana lo di semarang ?
Mampus !
Jangankan menanyakan langsung,membuka spam chat darinya saja tanganku sudah dingin dan berkeringat.
Nada notice masuk secara beruntun,dan aku hanya bisa menatap layar ponsel dengan perasaan gusar. aku yakin,Arion pasti merasa di bohongi.
Salahku,karena tidak jujur.salahku juga,kenapa tidak meminta kerja sama dari Zahra dan Cisilia.
"sudah selesai ?"
Suara Tante Hilda membuatku menoleh ke pintu kamar.
"udah"
"kita berangkat skarang"
Tanpa membantah,aku mengikuti langkahnya keluar.mengabaikan rentetan pesan yang takut ku buka.
"maaf,Mas nggak bisa anterin sampai Bandung"
Ucap Mas Wisnu ketika mobilnya keluar dari pekarangan rumah.
Ini hari ke empat aku di Semarang,dan mengharuskanku kembali ke Bandung.kurang sehari,dari waktu yang aku janjikan.
Setidaknya,aku sudah lumayan puas melepas rindu dengan ketiga keponakanku.menyempatkan membawa mereka jalan-jalan,juga berziarah ke makan Mama dan Papa.
Tapi,cukup sedikit mengecewakan perasaan Tante Hilda.karna,beliau memang ingin aku seminggu di Semarang.
Aku terpaksa mengingkari karna mendapatkan kabar dari Zahra besok pagi pukul 08:00 aku harus memenuhi panggilan interview.
"pokoknya,kalau ada apa-apa cepat hubungi Mas"
Itu pesan yang beberapa kali di ucap Mas Wisnu kepadaku.maknanya,sudah ku pahami.
"maafin Febi Tante..."
Aku tau Tante Hilda banyak kawatir,tinggal di kota orang sendirian itu tidaklah mudah.apa lagi,hanya Tante Hilda dan Om Ahmad yang ku punya sekarang.
Menjadi pengganti orang tuaku membuat mereka cukup protektif kepadaku.harapan mereka,semoga aku aman dan selalu sehat berada di sana.
Aku mengaminkan dalam hati.
Ku dengar Tante Hilda menghela nafas.dia masih berat mengizinkanku pergi.tapi,mau bagaimana lagi ? aku harus melanjutkan hidupku dan mencari jati diri yang sesungguhnya.
"inget pesen Mas mu nak...doa Tante selalu menyertaimu..."
Mataku,di genangi air lagi.
🌻
Mobil Zahra memasuki area parkir perusahaan. cukup luas,dengan deretan mobil di pagi ini.
Degub jantung mengiring langlahku di samping Zahra.
"gugup lo ?"
Aku memaksakan senyumku.
"di bawa slay aja.gue denger dari bokap karyawan di sini ramah-ramah"
Perusahaan tekstil terbesar di Bandung,menerima lamaranku.tidak murni semata,karena ada campur tangan Ayahnya Zahra,yang merekomendasi.
Pemilik perusahaan tempat yang akan aku geluti nanti,teman seperjuangan Om Bilal dulu saat di bangku kuliah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Memeluk Bayangmu
RomanceAsal kamu tau,hari itu bagi aku bukan cuma takdir,tapi musibah dalam hidupku... Arion Anugrah