"KELUAR !"
Satu kata itu,hal yang paling menakutkan bagi Pak Antoni.beliau masih sayang Ayahnya,meskipun telah melakukan kesalahan dan dosa.semua anak,akan mati-matian menyelamatkan orang tuanya jika dalam bahaya.
Hanya Pak Angkasa yang bisa menolong dan membantunya sekarang.berharap si penguasa
A-Corp tidak membongkar sisa-sisa bukti korupsi itu.Dengan segala keberanian yang sudah ku kumpulkan sejak beberapa menit lalu,ku ketuk pintu lalu bergabung dengan Pak Antoni di dalam ruangan panas itu.
"permisi Pak,anda memanggil saya ?"
"lain kali langsung masuk,jangan berdiri di luar"
Aku meneguk ludah untuk kedua kalinya.beliau tau aku sudah lama di luar ?
Ok,tidak perlu heran Febi.tapi itu sungguh menyebalkan !
Baik Pak Antoni maupun atasan kami,mataku ikut menoleh ke asal suara.seorang laki-laki yang Pak Angkasa tidak begitu kenali,menerobos masuk tanpa mengetuk pintu.
"kalau ada yang perlu di pecat,itu saya.bukan bawahan saya.karna saya yang menyerahkan tanggung jawab itu kepadanya"
Pak Angkasa menatap datar Pak Antoni,satu tanya melalui tatapan itu,di mengerti oleh Pak Antoni.
"ke ruangan saya"
Titahan Pak Antoni di tolak sopan oleh Hasan.
"maaf Pak,saya sebagai atasan Febi akan bertanggung jawab.dan saya ingin mendengar langsung dari Bapak"
Ketika namaku di sebut,nafasku seperti berada di ujung ubun-ubun.dan tatapan Pak Angkasa,menjadi awas kepada Hasan.
"kamu ingin menggantikan bawahanmu ?"
"jika itu perlu"
Keringat dingin membanjiri kening juga telapak tanganku.pertanyaan Pak Angkasa juga jawaban Hasan barusan,menandakan bahwa kecerobohanku adalah ujung tanduk nasibku di perusahaan ini.
Ku pejam mata rapat-rapat,mengucap segala macam doa bahwa ini bukan akhir dari semuanya.
"apa jabatanmu di perusahaan saya ?"
"kepala proyeksi"
Mata Pak Angkasa semakin awas,saat tatapan kami bersirubuk.kepala proyeksi yang menangani segala aktifitas ketika produk akan di luncurkan.apa tidak salah,tim mempercayakan jabatan itu kepada Hasan ?
"ok.urus perlengkapanmu,dan pergi dari sini"
Aku ingin menyanggah,tapi Hasan lebih dulu mendahuluiku dengan penuh kesopanan.
"satu bulan lagi produk terbaru akan di luncurkan,izinkan saya menyelesaikan tanggung jawab saya.sketsa produk A-Corp sedang saya kerjakan,namun akan saya selesaikan dalam waktu satu bulan ini Pak"
Terlihat Pak Angkasa tidak merespon.sepertinya ia akan membantai habis tim yang di bentuk olehnya terkait pemilihan bahan produk untuk perusahaan.
"dan semoga,Bapak mau mempertimbangkan"
Usai mengutarakan penjelasannya,laki-laki itu permisi.
"kepala proyeksi ?"
Tatapan datar Pak Angkasa sangat tidak enak di pandang.
"Hasan Daut,umur 30 tahun lulusan Harvard terbaik.sudah lima tahun bekerja di A-Corp,dan mendapatkan 8 prestasi gemilang.Estate mempercayakan sketsa kepadanya"
Pak Antoni memberikan informasi lengkap tentang laki-laki yang keluar dari ruangan lima belas detik yang lalu.
"berprestasi tapi ceboroh.A-Corp tidak butuh"
Mataku berkedip tiga kali.
"percepat pemecatannya !"
Aku meneguk ludah lagi,dan Pak Antoni meraup wajahnya.seorang Hasan Daut sangat di kenal oleh kalangan proyektor,bagaimana jika perusahaan lain mengambil jasa laki-laki itu.
"meeting darurat lima belas menit lagi !"
Dengan cepat Pak Antoni mengirim pesan ke group tim.serasa kiamat akan segera datang.jantungku bertalu-talu,menabuh genderang sebagai pengingat untuk mawas diri.
Bersamaan dengan itu,pesan dari Arion masuk,ke ponselku.
Aku tunggu di caffe biasa selepas jam kantor.
Tuhan...

KAMU SEDANG MEMBACA
Memeluk Bayangmu
RomanceAsal kamu tau,hari itu bagi aku bukan cuma takdir,tapi musibah dalam hidupku... Arion Anugrah