Chapter Nine

95 14 0
                                        

Jeongyeon mengemasi pakaiannya sebelum dia pergi ke rumah sakit untuk menemui Mina. Tidak semua, hanya pakaian yang penting saja. Dia merasa berat hati untuk meninggalkan gadis itu dalam kondisinya yang masih sakit.

Awalnya saat melihat Mina panik dan ketakutan karena tidak ingin kehilangan anaknya, Jeongyeon menjadi sakit hati. Bagaimana bisa seorang gadis sebaik Mina dikhianati oleh mantan pacarnya. Dan meskipun begitu, Mina tetap ingin membela nasib anaknya.

(The University of Tokyo Hospital)

Tok! Tok! Tok!

"Minari? Aku datang."

"Hei.. Kau sudah siap untuk pergi?" Tanya Mina melihat tas besar yang tergantung di bahu lebar Jeongyeon. Mina juga melihat sebuket bunga di tangan Jeongyeon bersama senyuman manis yang terpapar di wajah pria itu.

 Mina juga melihat sebuket bunga di tangan Jeongyeon bersama senyuman manis yang terpapar di wajah pria itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ya.. Tapi mungkin sebentar lagi." Jeongyeon meletakkan tas pakaian dan mantelnya di sofa sebelum mendekati Mina.

"Ini bunga untukmu. Maaf, hanya ini yang bisa aku berikan, tetapi aku berjanji setelah ini aku akan membelikanmu bunga yang lebih indah lagi."

"Terima kasih, tapi kau tahukan kalau kau tidak perlu repot seperti ini."

"Iya, aku tahu. Tetapi kamu juga harus tahu kalau aku melakukan ini karena kemahuanku sendiri. Tidak ada yang memaksaku untuk melakukannya. Bagaimana kabarmu pagi ini?"

"Aku merasa sudah semakin membaik. Terima kasih karena sudah membawaku ke sini."

"Itu sudah menjadi tanggungjawabku sebagai suamimu, Mina. Walaupun kita hanya berakting. Kamu sudah makan?"

"Sudah.. Tapi hanya sedikit."

"Waeyo?"

"Tidak ada nafsu makan saja."

"Apa mungkin kamu tidak punya nafsu makan karena aku tidak ada di depanmu? Hmm? Hehehe.. Mari aku bantu kamu duduk." Ucap Jeongyeon membantu Mina untuk duduk di kasurnya.

"Ck! Kau juga sudah makan?"

"Belum, aku lapar. Aku belum makan sejak tadi malam."

"Memangnya kenapa? Bukankah kau langsung pulang ke rumah setelah itu? Atau kau pergi ke suatu tempat sebelum kau pulang?"

"Kenapa? Kamu cemburu?"

"Jeongyeon, aku serius."

"Hahaha.. Aku tidak kemana-mana seperti yang kamu pikirkan. Aku memang langsung pulang ke rumah, tapi aku juga tidak punya nafsu makan karena terus memikirkanmu disini. Bagaimana aku bisa makan dengan tenang, sementara kamu sakit disini. Jadi aku langsung tidur saja. Oh, iya.. Tadi aku sempat bertemu mama dan papa di lobi."

Kata-kata Jeongyeon sepertinya sangat menyentuh perasaan Mina. Dia sempat terdiam di atas kasurnya, tapi matanya menatap tepat ke arah Jeongyeon.

When The Rain Falls Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang