Terlihat disana ada sekumpulan tim yang tengah duduk sembari makan makanannya.
"Hei, bagaimana kita akan mendaftar tanding itu lagi?"
"Ide bagus! bagaimana menurut mu Jisung?"
"Ahh aku ikut ikut saja.."
"Apa kau masih mengingat kejadian tadi pagi?"
Jisung menggeleng.
"Yaudah kita daftar saja eoh?"
"Biarkan saja mereka, jika aku liat mereka membully mu lagi aku akan melaporkan nya ke ayahku."
"Tetapi.. mengapa incaran mereka Jisung bukan kita?" Tanya Chenle.
"Entahlah.. mungkin aku anak yang lemah dan cocok di mata mereka untuk dimaki maki.."
"Yakk, jangan bilang seperti itu."
"Bagaimana? memang sudah kenyataan."
Jisung membuka handphone nya, ia melotot tak percaya bahwa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Ia pasti akan terkena omelan Jeffrey.
"Teman teman, aku pamit ini sudah larut malam aku tidak boleh keluar malam malam oleh appa."
"Baiklah akan Ku antar."
"Tidak tidak, aku akan naik memesan taxi."
"Hei malam malam begini tidak ada taxi yang akan datang, biarkan aku saja yang mengantarmu.."
"B-baiklah.."
Setelah mereka berlalu pergi meninggalkan cafe itu, Jisung maupun Doyoung tak ada yang membuka suara diantara mereka, mungkin Jisung terlalu malu karena Doyoung mengantar nya? Atau mungkin ia stress karena nanti di rumah ia akan mendapat hukuman?
"gomawo.. Doyoung Hyung.."
"nee.."
"Jisung~ah aku ingin bertanya padamu.."
"Apa itu?"
"Kamu merasa nyaman tidak berada di dunia dengan keluarga mu?"
"Aku sangat nyaman.. nyaman sangat."
"Syukurlah jika kau merasa nyaman dengan kekejamannya dunia.."
"Dan tak ada niatan mencoba untuk membunuh diri."
"Sebenernya ada.."
"eoh? Jangan dilakukan Jisung.. Semua orang masih membutuhkan mu hyung, appa mu masih membutuhkan mu belum rela dengan kepergian mu nantinya.."
"Mereka tidak akan merasa bersalah Doyoung hyung, justru mereka malah menginginkan ku mati."
"Bukankah jika aku mati nantinya, aku akan hidup bahagia di dunia selanjutnya?"
"Aku menginginkan orang orang bahagia dengan kematian ku nanti, aku yakin semua orang akan bahagia tanpa diriku yang pecundang ini."
"Aku lelah berperan sebagai Lee Jisung.. Aku ingin melepas peran ini dan pergi hidup bahagia di alam sana.."
"Tetap semangat untuk bertahan hidup. Hidup mu masih panjang kau juga perlu tau masa depan mu seperti apa."
"Habis ini kita sampai dirumah mu.."
"nee gomawo Doyoung hyung.."
Setelah meneruskan perjalanan hingga sampai ke depan pagar, Jisung pun membuka pintu mobil, dan Doyoung hanya tersenyum melihat Jisung melambaikan tangan Doyoung pun turut ikut melambaikan tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
J&J || NCT Dream [End]
FanfictionTerlahir seorang bersaudara yang terlahir yang berjarak 2 tahun. Akan tetapi Sifat dan sikap mereka sangat berbeda. Lee jaemin laki laki berumur 23 tahun itu sangat tidak suka banyak dikerumuni banyak orang, ia hanya menyukai sendiri, sunyi dan gel...
![J&J || NCT Dream [End]](https://img.wattpad.com/cover/344088710-64-k900881.jpg)