Kabar kematian putra tuan Park menyebar luas, begitupun dengan kabar putrinya yang kini menjadi buah bibir seluruh penjuru korea
Bagaimana tidak menjadi buah bibir.., Park Jihyo adalah CEO perusahaan ternama, semua orang menyayangkan karena sekarang wanita kelas atas itu harus dirawat dirumah sakit Jiwa setelah insiden penembakan adik kandungnya sendiri
Suga berdiam di depan televisi sambil memastikan nama gadisnya itu tidak terseret dalam insiden, ia rela merogo kocek fantastis demi menghapus nama Lingga dalam daftar insiden dan merekayasa kejadian, karena pada saat itu tidak ada saksi mata yang terlibat, sedangkan inspektur kepolisian bisa ia beli
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah dua minggu sejak kematian sahabatnya itu Lingga mengurung diri dikamar, tidak selera makan ataupun ceria seperti dulu, yang terputar dalam ingatannya hanya momen-momen manis bersama Jimin, apalagi saat masa sekolah,Jimin selalu menunggunya di depan pintu gerbang sekolah Lingga, hanya untuk makan tteokpokki bersama
Yang Lingga ingat tentang monsieurnya itu hanya sampai ia pingsan saat hujan deras dan dibawa ke mension untuk tinggal bersama, sisanya hilang, momen-momen manis di jepang, dan di prancis itu benar-benar lenyap..
Tapi walaupun hanya ingatan itu yang tersisa soal monsieurnya, tetapi perihal kematian appanya karena bunuh diri juga masih bisa ingat
Ia lebih banyak mengingat kenangan bersama Jimin, kecuali insiden yang ia alami, karena pada saat kejadian itu ia dalam kondisi tidak sadarkan diri
Suga melihat keadaan Lingga dari cela pintu membuatnya sedikit hawatir
Tokk..tok..
"Lingga.."
"Aku membelikanmu sandwich strawberry, kau mau?"
Ia menggeleng lemas, kantung matanya terlihat menghitam, badan mungilnya juga terlihat tidak bersemangat sama sekali, biasanya gadis itu selalu ceria walaupun sedang sakit, tapi sejak Jimin pergi dari hidupnya, ia mulai murung
"Mau pergi jalan-jalan?" bujuk Suga
Lingga menggeleng lagi, Suga tak henti-hentinya berusaha menghibur gadisnya itu, tapi responya tidak sesuai dengan yang ia harapkan, sedikit mengusap kepala gadisnya itu,
Sejujurnya dalam pikiran Suga ia bertanya-tanya, kenapa Lingga sangat terpukul dengan kepergian Jimin, apa arti Jimin bagi gadisnya
"Eum.. sayang.." tanyanya pelan penuh kehati-hatian
"Kenapa monsieur memanggilku lagi-lagi dengan sebutan sayang, waktu di ambulance dan di rumah sakit juga memanggilku seperti itu"
"Kita ini sepasang kekasih Lingga, kau lupa?"
"Eohh? sejak kapan?"
"Kau lupa sayang, sudahlah tidak apa-apa kalau kau tidak nyaman aku akan memanggilmu dengan namamu"