Episode 1

4.4K 207 18
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


H a p p y R e a d i n g

Derrtttt... derttt..

Suara dering ponsel yang menganggu tidur lelaki pucat berdarah dingin itu

📞 Ya, kenapa?

📞 Di kantor ada sedikit masalah sajangnim

📞 Aku akan sampai tiga puluh menit lagi

📞 Baik sajangnim

Tut

Nyawa belum sepenuhnya terkumpul, ia sudah harus pergi mengecek ada kendala apa dalam perusahaan

Tanpa sarapan dan perut kosong, ia segera memanggil supir pribadi sekaligus ajudan setianya

Tidak sampai tiga puluh menit, Suga sudah sampai di ruangannya, sang sekertaris memberikan laporan terkait penggelapan dana yang dilakukan manajernya, dan hal tersebut tentu saja membuat perusahaan mengalami kerugian

"Maaf sajangnim, saya kurang kompeten, anda boleh memecat saya sekarang juga" ucap sekertarisnya dengan nada gemetar

"Ikut aku sekarang!"

"Baik sajangnim"

Suga dengan tatapan dingin dan membunuh yang kental, sembari terus berjalan menuju ruangan manajernya, dengan pandangan yang penuh amarah dan berapi-api

Suga dengan tatapan dingin dan membunuh yang kental, sembari terus berjalan menuju ruangan manajernya, dengan pandangan yang penuh amarah dan berapi-api

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bruuaakkk!!

Ia membuka pintu ruangan manajer dengan kakinya, seketika suara gelak tawa disana menjadi sunyi senyap

"Ambilkan aku tongkat golf" titah Suga membuat dang manajer langsung bersujud memohon ampun

"Sajangnim, saya mohon ampuni saya sajangnim"

"Ampunan? untuk tukang korupsi sepertimu?, kau kira aku tuhan!"

Setelah Suga mendapat tongkat golf-nya ia segera menghajar sang manajer sampai babak belur, ruang kerja itupun penuh dengan darah karena Suga benar-benar meluapkan kekesalanya sampai sang manajer benar-benar tak berdaya, tak cukup disitu saja, ia bahkan hampir membunuh pria paruh baya itu, untung saja Seokjin segera datang untuk melerai keduanya

Monsieur [✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang