Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Huaaa.. aku tidak tau kalau di bioskop ada tempat yang seperti ini"
"ini bioskop eksklusif yang biasanya di sewa orang-orang kelas atas"
"Bukankah ini lebih mirip dengan kamar hotel! wahh jjinjaa.."
Jimin hanya tersenyum tipis, perasaannya kini berdebar saat sang pujaan hati itu berada didekatnya
Lingga duduk dan sedikit mengayunkan tubuhnya sambil menatap langit-langit
"Wah aku masih tidak percaya ada pelayanan seperti ini di bioskop, apa ini room VVIP?"
"Yah anggap saja begitu, tapi ekslusif ini diatas VVIP, ini benar-benar sangat privat"
"Huaaa pasti harganya sangat mahal"
"Heum.. bisa dibilang begitu, karena terkadang orang-orang penting memakai tempat ini bukan untuk menonton film, tapi lebih tepatnya untuk membicarakan hal-hal penting agar tidak terlalu mencolok"
"Aku tidak paham"
"Astaga kenapa kau lemot sekali Lingga"
"Haiss.. tidak kau, tidak monsieur, selalu mengataiku lemot"
"Apa? mon?? mon siapa?"
"Ah anniy, monster.. maksudku appaku, aku memanggilnya monster sekarang" gelagap Lingga kebingungan karena hampir saja ketahuan, langsung saja ia mengalihkan pembicaraan
"Sebentar! kita tidak mungkin kan di biarkan tidur disini hanya dengan rasa belas kasih?"
"Memang tidak"
"Lalu?"
"Aku menghabiskan 800 ribu won untuk satu ekslusif ini"
"Kau gila!!! wah bahkan ini lebih mahal dari harga hotel Jim"
"Gurae"
"Yak.. kalau itu mahal sekali kenapa kau mengambil room ini"
"Kau lupa keluargaku, kaya raya?"
"Hais, aku tau, tapi walaupun begitu jangan menghamburkan uang Jim itu tidak baik"
"Sudah tidak usah panik lagipula black card ini memang harus bekerja dengan baik"
"Apa semu orang kaya memang tidak bisa menghargai uang?"
"Bukan begitu Lingga, aku ingin kau tidur dengan nyaman diluar sangat dingin"
"Seharusnya tidur di sofa saja sudah cukup untukku Jim"
"Nona, daripada kau terus mengoceh lebih baik kau tidur saja, karena ini mendesak, eum ngomong-ngomong disini tidak di sediakan selimut, kau bisa pakai jaketku"