Hii!
Sebelum baca silahkan vote, komen, dan follow aku ya. maaf baru nongol-
"aku sudah lelah, bukankah ini saatnya aku istirahat dengan tenang?"
.
.
.
---o0o---
"kakakk!! " panggil sang adik membuat Lisa tersentak.
Lisa berjalan mendekati adiknya yang sedang menangis.
"kamu kenapa? ini kenapa bisa berdarah? " Lisa menggendong adiknya kedalam rumah ibunya.
Lisa menurunkan adiknya — Lusy ke sofa ruang tamu, Lusy masih terisak karena lututnya berdarah.
"kamu disini bentar ya? kakak mau ambil kotak obat. " Lisa meninggalkan Lusy, lalu kembali membawa kotak P3K yang tersedia di rumah ibunya.
Dengan pelan Lisa mengobati lutut Lusy sesekali dia meringis karena adiknya menangis kesakitan.
"tahan ya Lusy, kamu kan anak kuat jadi jangan nangis ya? " ucapnya menenangkan Lusy.
"maafin kakak gabisa jaga kamu, sekarang kamu malah luka.. " Lisa mengelus pipi tembam Lusy, menghapus sisa air matanya.
"k-kak Lisa tidak usah minta maaf sama Lusy.. " ujarnya sembari terisak pelan.
"kak, maafin Lusy karena Lusy tidak mendengarkan kakak.. seharusnya Lusy dirumah saja bersama kakak, "
"Lusy malah main sepeda sama teman.. " anak itu menundukkan kepalanya menyesal, Lisa mengelus surai lembut adik manisnya itu dengan penuh kasih sayang.
"masih sakit? " tanya Lisa yang dibalas anggukan oleh Lusy.
"udah jam tidur siang, kakak anter ke kamar Lusy ya? " dengan cepat Lisa menggendong adiknya menuju kamar untuk menidurkan nya.
"kakak.. " panggil Lusy saat Lisa ingin meninggalkan kamar.
"ya? " Lisa kembali mendekati ranjang milik adiknya.
"mau tidur sama kakak.. " Lusy menarik pelan baju Lisa, akhirnya Lisa mengalah dan menemani adiknya sampai tertidur.
.
.
.
"SAA SUMPAH YAAA!! " teriak Rose saat berjumpa dengan Lisa di Koridor kampus.
Lisa mengerutkan keningnya dalam setelah mendengar suara melengking Rose yang menggema.
Gadis berambut blonde itu berdiri di depan Lisa sambil mengatur napasnya yang tersengal.
"Apalagi sekarang? hot news apalagii? " Tanya Lisa, spontan Rose menggenggam tangan Lisa dengan senang.
"Gue dilamar kak Jaehyun!! " Sontak Lisa membulatkan matanya kaget.
"PUJI TUHAN ROJEE. " Teriak Lisa sambil memeluk teman dekatnya itu, sungguh dia sangat senang mendengarnya.
"Terus gimana?? pasti lo terima kan ya. " Rose melepas pelukannya dan mengangguk.
"lo hutang cerita sama gue, ayo ke kantin cerita sampai selesai. " Lisa merangkul Rose menuju kantin.
