26

265 48 2
                                        

Hii prend, ketemu lagi nih!!.

Sebelum baca silahkan vote, komen, dan follow aku ya prend. Luv u

Happy reading!

---o0o---

"Jeno, kamu kenapa ajak aku ke taman malem malem gini? " Tanya Jihyo pada Jeno yang terdiam dengan tatapan dinginnya.

"Selesai." Satu kata itu keluar dengan entengnya dari mulut Jeno.

"Apa? Maksud kamu? " Jihyo mengerutkan alisnya.

"Let's break up. " Mata Jihyo terbelalak kaget.

"Kenapa kamu mau putus? " Dengan melihat wajah bingung Jihyo, Jeno tersenyum sinis.

"Lo kira gue ga tau kelakuan busuk lo selama ini? " Ucap Jeno sarkas, Jihyo gelagapan mendengar jawaban Jeno.

"Maksud kamu apa sih Jeno? Kelakuan busuk apa? Kamu mabuk ya? " Jihyo meraih tangan Jeno, namun Jeno menghempas tangan Jihyo.

"Gausah pura-pura bego. "

"Jen.. "

"Jujur atau gue kasih tau satu sekolah perbuatan busuk lo? " Ancam Jeno, dia tak main-main dengan ancamannya.

"Jeno! Apaan sih?! " Bentak Jihyo.

"Apa yang kamu tau hah?! Kamu ga tau apa apa! " Ucap Jihyo penuh amarah. Jeno memincingkan matanya.

"Oh, jadi lo ga mau ngaku? "

"Oke, gue bakal kasih tau satu sekolah kalau lo dalang dari kecelakaan itu. "

"LO GILA? GUE BAKAL DI BULLY! DAN GUE PASTI DIKELUARIN DARI SEKOLAH! " Teriak Jihyo, dia menjambak rambutnya kebingungan.

"Emang sinting. " Sarkas Jeno.

"Kalau lo tau bakal kayak gini, seharusnya lo ga bertindak seenaknya. "

"Makanya mikir, otak lo dipake!" Jihyo menangis, dia tidak menyangka perbuatannya akan terungkap sekarang.

"We'll see tomorrow, I have a surprise for you." Ucap Jeno lalu melangkah pergi meninggalkan Jihyo sendiri di taman.

"JENO! JANGAN GINI! " Teriak Jihyo saat melihat Jeno menjauh.

"JENO!! "

"JENO BRENGSEK! "

Sementara Jeno tersenyum mendengar teriakan Jihyo.
Dia mengeluarkan handphone nya dari saku, dan mengetikkan sesuatu.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SufferTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang