Gweh sangat berduka karena salah satu husbu gweh resmi meninggal hari ini
Jadi sebagai gantinya gweh akan update karena ngeliat kalian baca, vote dan komen adalah salah satu moodbooster terfavorit
Happy Reading 💙
"Gue malu banget jalan ramean kayak mau tawuran gini," ucap Pandu seraya berusaha menutupi wajahnya.
Geraldi menertawainya, "apa salahnya sih? Asyik tau rame-rame gini!"
"Menurut gue malah kayak anak SD yang biasa nongkrong rame-rame di mall." Sahut Kevin yang sedang berjalan di sebelah mereka sambil merangkul Keno. Ulin Squad memang sedang menonton film di bioskop mall, mereka baru saja selesai dan sedang mencari restoran untuk makan.
"Rame banget, lo booking satu restoran aja Vin! Sanggup kan?" Keluh Angga karena mereka cukup kesulitan mencari restoran yang tersedia meja sesuai jumlah.
Defan di sebelahnya mengangguk penuh dukungan setuju. "Yare-yare, weekend kali ini jauh lebih rame dari biasanya."
"Pulang sana, wibu." Sinis Jefan hingga mengundang tawa dari yang lainnya.
"Lo pasti malu ya, Jef? Emang boleh malu sama kelakuan saudara sendiri?" Kevin menggoda dengan senyum miring.
"Tapi gue setuju sama Jefan! Kalo dia wibu tanpa nyusahin orang mah gak apa-apa! Masalahnya dia selalu ngomong pake bahasa Jepang! Gak semua orang paham bahasa lu ya, setan!" Protes Angga mengundang tawa dari yang lainnya.
"Liat aja jaketnya."
Saat ini Defan memang sedang memakai jaket pink cerah dengan gambar Nezuko di belakangnya. "Gue kadang pengen jadi cewek, soalnya waktu itu ada cewek yang pake jilbab gambar Nezuko."
"Sekali lagi Lo ngomongin Nezuko, GUE GIGIT LO BIAR JADI NEZUKO!"
"Tolong gigit watashi." Ucap Defan dengan wajah dramatis. Ia tak sengaja menabrak seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri di depan toko baju. "Bu! Maaf!"
Kevin dan teman-temannya hampir saja tertawa seandainya wanita paruh baya itu tidak menarik kerah jaket Defan dengan keras dan menatapnya dengan wajah sangat marah. "KAMU MASIH BISA HIDUP TENANG SAMPE SEKARANG?! SEMENTARA CHRIS SUDAH GAK ADA!!! PEMBUNUH! DASAR PEMBUNUH!!!"
Jefan maju untuk memisahkan Defan dari cengkraman wanita itu, seorang lelaki berumur sekitar 25-an juga keluar dari toko untuk menahan wanita yang mengamuk itu. "Bu, ayo tenang dulu."
"SEANDAINYA CHRIS GAK BERTEMAN SAMA KAMU! DIA PASTI MASIH HIDUP!" Teriak wanita tua itu lagi. Kali ini Kevin dan Pandu maju untuk melindungi si duo kembar yang menjadi objek kemarahan si wanita tua.
Dua orang bodyguard datang dan menjemput si wanita tua, menyeretnya pergi dari hadapan anak-anak muda yang masih terlihat shock. Lelaki muda yang tadi menahan si ibu tua segera membungkuk sebagai permintaan maaf pada mereka.
"Maaf, ibu saya masih belum bisa mengikhlaskan kepergian Chris setelah bertahun-tahun." Ucap si lelaki muda.
Defan merangkul Jefan yang terlihat lebih tegang dan kaku daripada biasanya. "Gak masalah! Kami juga belum bisa melupakan kejadian itu sampai saat ini. Kami merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masa lalu."
"Itu hanya kecelakaan dan saya percaya kematian Chris disebabkan oleh takdir. Sekali lagi maaf sudah menyusahkan kalian."
.
.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amicizia Complicata
Novela Juvenil[Book 2] Sequel Bukan Ulin Biasa (BUB) BxB Pandu yang selalu mendapat pendidikan keras sejak kecil bertemu dengan anak manja kesayangan bernama Geraldi. Siapa sangka si emosian yang kasar bisa akrab dengan si manis penyabar. Mereka berteman hingga m...
