Untuk menemani malammu yang sepi itu diks
Happy Reading 💙
.
.
.
.
"Orang yang kemaren kita kejar hilang, handphone-nya masih sama lo?" Tanya Bagas pada Farel yang sibuk dengan beberapa lembar berkas sekolah yang sengaja ia acak-acak.
Mereka berdua sedang berada di ruang tu sekolah untuk mencari beberapa profil murid yang terlibat. Cakra sedang berjaga sendiri di area depan untuk memastikan keadaan aman terkendali.
"Makanya gue minta lo sama Cakra nemenin gue nyari dokumen disini, gue mau nyari info tentang murid yang terlibat. Ada beberapa hal yang udah gue dapat dari handphone itu dan mungkin bisa jadi petunjuk."
Bagas membuka satu persatu catatan BK sambil mencari hal-hal yang Farel catat untuknya. Yaitu mencari catatan BK mengenai nama-nama yang terlibat dalam pembunuhan Galen.
"Kayaknya beneran ada campur tangan murid sini ya, padahal musuh Galen orang di luar sekolah." Ujar Bagas setelah berhasil mengambil foto beberapa catatan murid.
Farel malah mencuri dan memasukkan beberapa dokumen ke dalam tas. "Habis ini kita ke sekolah lama Galen juga, setidaknya kita tau siapa mantan teman Galen atau mungkin mantan musuhnya disana. Sekarang ayo cepat keluar, pak satpam pasti sudah selesai ngopi."
Bagas mengembalikan buku BK lalu mengikuti langkah Farel menuju belakang sekolah, mereka memanjati tembok dan berhasil lolos dengan selamat. "Chat si Cakra, bilang kita udah di belakang." Perintah Farel yang terlihat sibuk mengutak-atik handphone milik cowok kemarin.
Bagas menuruti, selagi menunggu Cakra datang... Ia memperhatikan Farel. "Kenapa lo segininya nyari bukti pembunuhan Galen?" Tanya cowok bongsor itu, sejujurnya ia tidak paham kenapa Farel sangat bekerja keras dalam pencarian ini. Bahkan cowok itu tidak tidur hampir dua malam demi mencari bukti chat persekongkolan Satrio di handphone saksi.
"Galen teman baik gue, dia mati secara gak adil sementara pelakunya kabur tanpa mempertanggung jawabkan perbuatannya. Gue bakal nyari semua orang yang terlibat dan pastiin mereka dapat ganjaran yang setimpal atas kematian Galen." Tegas Farel dengan wajah yang benar-benar serius. "Dan lo tanya kenapa gue sebegininya?!"
Bagas menghela nafas panjang, " gue minta maaf karena terkesan menyepelekan ini dan gak seantusias lo, gue cuma khawatir sama keadaan lo." Ia menarik tangan Farel, "Lo bahkan makin kurus dan jarang nyeritain gue series aneh yang lo tonton itu. Kita pasti bisa cari pelan-pelan, jangan memaksakan diri kayak gini, Rel."
Farel berdecak kesal, ia sudah terlanjur berpikir Bagas akan menyerah. Tapi ternyata anak itu malah mengatakan hal-hal manis. "Lo anjing, gue udah mau emosi tau lah."
Bagas diam-diam tersenyum tipis, "ingat pesan gue. Jangan juga nyelesaikan semua sendirian, lo lagi ngejaga kebersamaan Aleard yang selama ini Galen bangun kan? Anggota kita juga pasti sedih karena lo gak kayak biasanya, iya kan Cakra?"
Cakra hanya mengangguk kecil, ternyata anak itu sudah datang sejak tadi. Ia malas mengintrupsi pembicaraan serius diantara keduanya. "Pulang dulu nih?" Tanya Cakra yang kemudian diangguki Farel.
Mereka berjalan beriringan, "sebenarnya gue gak tidur bukan cuma karena nyari bukti sih... Gue habis nonton series 'bad buddy' sampe tamat. Jadi ceritanya..." Farel mulai berceloteh ria, seperti sebagian beban di pundaknya terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya.
Bagas sama sekali tidak protes karena Farel mengoceh sepanjang jalan sementara Cakra jadi ikut menyimak. Mereka tau Farel itu 'fudan' atau bisa dibilang penikmat bl? Meski begitu Bagas selalu mau mendengarkan semua cerita Farel entah itu series, manhwa atau bahkan sekedar ship khayalan Farel. Cakra baru bisa memaklumi itu di bulan kesekian pertemanan mereka, ia lumayan culture shock apalagi saat Farel menonton di sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amicizia Complicata
Fiksi Remaja[Book 2] Sequel Bukan Ulin Biasa (BUB) BxB Pandu yang selalu mendapat pendidikan keras sejak kecil bertemu dengan anak manja kesayangan bernama Geraldi. Siapa sangka si emosian yang kasar bisa akrab dengan si manis penyabar. Mereka berteman hingga m...
