ZOEN

3.8K 360 8
                                        

Yang berniat Adel tapi yang memulai Marsha. Adel hendak menyentuh bibir Marsha tapi didahului oleh sang pacar. Marsha mengecup bibir Adel sekilas.


"Sekarang one second dulu" Ujar Marsha. "Ntar... ONE HOUR-nya nyusul"


Adel berkedip.


"Tunggu disini, Gw turun bentar!" Lanjut Marsha sembari mencubit hidung Adel.


Adel menggila. Aliran darahnya mulai mendidih. "Itu bibir apa crime coklat. Soft banget!"


Adel merangkak keatas ranjang sambil menahan pipinya yang mulai memerah. Cuma one second, tapi dia udah menggila kayak cacing kepanasan.


"Uhh. Akhirnya!" Adel mengelus bibirnya.



Disisi lain,

Marsha menuruni tangga seraya menggigit bibir bawahnya. "Itu bibir apa jelly. Kenyal banget!" Batin Marsha mengingat.


Ini juga. Ntar kalo ketemu lagi, saling makan bibir aja sekalian biar puas. Bibir kok disamain sama makanan, ada-ada aja kekonyolan mereka berdua ini.


"Sayang, Adel mana ? Kok gak turun ?" Tanya Mona.


Marsha masih sibuk melamun soal kejadian tadi. 


"Sayang ?"


Marsha belum sadar.


"Marsha ?" Mona menaikkan nada suaranya.


"Hah ?" Marsha tersentak. "Kenapa ma ?"


"Ditanyain kok ngelamun." Mona mengerutkan dahi. "Adel mana, gak turun dia ?"


"Oh pac" Marsha hampir kecoplosan menyebut kata pacar. "Pac...itu ma. kepala Adel pusing. Katanya Dia mau istirahat bentar!"


Pusing apanya. Yang ada kepalanya yang menggila. Marsha beralasan seraya menggaruk tengkuknya.


"Eh, Lo bertiga ngapain mampir-mampir ?" Marsha beralih menyapa ke tiga temannya dengan nada menyinggung.


"Hus! Mereka itu tamu loh." Mona menegur halus. "Jangan sungkan ya. Marsha emang gitu, suka becandaan!" "Oh gpp tante!" Sahut Indah.


"Mau dikampus, dirumah, kelakuannya sama. Kurang ajar!" Batin Indah mengeluh.


"Tante tinggal ya." Mona hendak melangkah tapi kembali berbalik. "Sayang, jangan lupa ajak mereka makan. kebetulan tadi mama masak."


"Hm"


Begitu bayang Mona menghilang dari pandangan Marsha, Katrina langsung menarik tangan Marsha. "Sha, gw laper.

cat and chocolateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang