Bab 30

3.4K 333 14
                                        

Selama hampir seminggu, Adel masih sempat memohon agar Marsha memaafkannya dan kembali untuk bersama. Tapi usahanya sia-sia. Marsha tetap saja mengabaikannya. Adel benar-benar putus asa. Dia tak pernah menduga hubungan mereka akan berakhir secepat ini.


Dipojok kantin, Olla, Oniel, Flora, Lulu dan Marsha terlihat sedang bercengkrama. Yah, meskipun hubungan Marsha dan Adel sudah berakhir tapi Marsha masih tetap berhubungan baik dengan ke empat teman Adel.


"Adel mana? Kok kalian gak jalan bareng lagi?" Tanya Oniel.


"Iya Sha. Udah seminggu ini Gw gak liat kalian berduan. Padahal biasanya kan lengket banget kayak lem korea!" Cibir Olla.


"Hah?" Sekilas Marsha menggaruk bagian pelispisnya. "Oh itu... akhir-akhir ini kita lagi ada kesibukan masing-masing, jadi udah jarang ketemu!" Marsha beralasan.


"What's up guys..." Suara cempreng Ashel membuyarkan suasana percakapan mereka.


"Ngagetin aja lo" Ujar Lulu.


"Ngerumpiin apa sih, kayak serius amat!" Sambung Indah seraya tersenyum.


"Lagi ngerumpiin jembatan penghubung dua samudra" Sindir Flora.


"Emang jembatan penghubungnya kenapa?" Tanya Katrina polos.


"Ambruk ketiban bencana" Sambung Olla.


"Oh iya? jembatan bagian mana? Maluku? Ambon? atau Madura?" Tanya Indah asal.


Tiga mahkluk alay ini seolah menganggap bahan perbincangan itu serius.

"Lulu, kayaknya geng mereka ini kurang peka deh. Kayak gak ada nutrisi gitu di otak mereka!" Flora mulai menghina.


Indah, Ashel dan Katrina kebingungan. Yah maklum, tiga insan ini sama sekali tidak tau soal hubungan Marsha dan Adel, jadi otomatis mereka tidak bisa menebak maksud dari kata-kata Flora. Berbeda dengan Marsha, meskipun mereka mulai becandaan, dia tidak terpengaruh sedikitpun.


Selang beberapa menit, Sosok mahkluk yang bergaya cool itu masuk kedalam kantin. Bola matanya menelusuri setiap sudut kantin mencari-cari keberadaan empat sahabatnya. Tapi siapa sangka, Adel malah berbalik arah setelah melihat keberadaan Marsha yang tengah bercengkrama dengan ke empat temannya.


"Woi?" Teriak Olla saat melihat Adel kembali keluar kantin.


Dari kejauhan Adel membelakangi mereka sembari melambai-lambai. Tentu saja setelah melihat keberadaan Marsha, Adel sudah merasa tidak enak hati lagi untuk bertemu dengannya. Bukan tidak mau, tapi dia mulai sadar dengan penolakan yang Marsha tunjukan padanya akhir-akhir ini.


"Tuh anak kenapa gak nyamperin kita? Aneh deh!" Ungkap Lulu bingung.


Sudah pasti Marsha melihat sikap acuh Adel saat itu. Dalam hati dia tidak bisa pungkiri bahwa perasaan sayang itu masih ada dan tetap akan ada meskipun dia telah memutuskan hubungan mereka. Dia juga masih berharap agar mereka bisa kembali bersama. Hanya saja, Marsha merasa bahwa mungkin dengan berakhirnya hubungan mereka, Adel akan belajar untuk lebih menghargai perasaan seseorang.

cat and chocolateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang