2018
Berbicara tentang Aisha Pricilla yang katanya banyak teman itu, sebenarnya ada beberapa kesempatan di mana Aisha merasa tidak punya teman, seperti saat jika dimana mereka lebih sibuk dengan teman yang lainnya, ada kalanya juga Aisha merasa terlalu banyak teman saat mereka mengajak Aisha main di saat yang sama, karena itu juga Aisha menyimpulkan-semuanya ada plus minusnya.
Seperti sekarang, Aisha sedang berjalan sendiri, entah kemana teman-temannya pergi. Oh mungkin Aisha tahu, Sena sedang bersama Sonya, Rora sedang bersama Kanaya, Leana sedang bersama Hana, dan yang pasti, teman-teman Aisha mempunyai sahabat yang lebih dekat dengan mereka dari pada Aisha.
Jadi Aisha jalan sendiri ke kantin siang itu, hingga dia bertemu dengan Abian dan Raffa yang berjalan berlawanan dengan Aisha, si dua sejoli yang selalu bersama-sama setiap di luar kelas itu melirik ke arah Aisha yang terlihat sok tidak kenal.
"Anjir ini anak kecil satu nyasar ya? kok temennya enggak ada Dek?"
Aisha tidak menjawab, dia berjalan semakin cepat dan ogah melihat ke belakang, tidak tahu saja di belakang sana, Raffa dan Abian sedang menahan tawa mati-matian.
Hingga Aisha melihat ada Yola, dia sedang berjalan juga menuju kantin. Dari pada sendiri, Aisha memilih memanggil Yola-sahabatnya saat SD yang ternyata sedang berjalan bersama dengan Zara.
Yap, Yola dan Zara berada di kelas yang sama sekarang.
"Kemana rombongan lo? tumben banget sendiri," ujar Yola begitu Aisha berdiri di sampingnya. Setau Aisha, Yola dan Zara sangat dekat sekarang, mereka bedua sebangku, dan dimana ada Yola disana ada Zara dan sebaliknya.
"Iya duh, enggak tau pada kemana, enggak solid banget emang."
"Jangan ditemenin Yol! biarin aja tuh anak satu nyasar!" tatapan membunuh Aisha resmi dilayangkan kepada Abian dan Raffa saat itu juga.
....
Semakin hari, Aisha semakin bisa melihat bagaimana kedekatan antara Ilham dan Leana, dua tahun sekelas dengan Ilham, Aisha rasa Ilham hanya menganggapnya sebagai teman sekelas saja tidak lebih, bahkan Aisha merasa jika hubungannya dengan Ilham merenggang sejak kelas delapan, entah apa yang salah namun yang jelas Ilham menjadi lebih sering berada di luar kelas alih-alih menjadi anak baik seperti saat kelas tujuh dulu.
Seperti sekarang, saat sedang jam kosong, Aisha duduk bersama Rora dan Sena di luar kelas lalu Ilham datang, dengan sebuah sirsak yang masih utuh ditangannya.
"Sha, punya piso enggak?"
"Enggaklah, ngapain bawa piso ke sekolah."
"Pinjemin ke kantin sana, gue mau buka sirsak, ntar lo gue kasih."
Melihat sirsak yang nampak segar di tengah hari seperti ini, Aisha pun menurut, dia turun ke lantai satu hendak ke kantin dengan Rora yang menemaninya.
Saat Ilham membuka sirsak itu, otomatis anak laki-laki lainnya datang, saling mencomot, namun sesuai janji, Ilham menyisihkannya untuk Aisha dengan bagian yang lumayan besar. Aisha pun memakannya bertiga bersama Rora dan Sena.
Rasanya memang sesuai ekspestasi.
"Anjir, lo makan buah hasil maling?!" Hingga suara Abian yang baru pulang rapat osis mengejutkannya, membuat Aisha berhenti mengunyah.
Emang iya hasil maling?
"Sok tau banget lo, kata siapa hasil maling?"
"Dih, orang gue liat tadi si Ilham naik ke pohon itu, ya kalo nggak izin mah namanya maling bodoh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Timeline
Teen Fiction[𝐞𝐧𝐝] Tentang Aisha Pricilla dan sesuatu di masa lalu yang belum usai. Aisha merasakan perasaan yang tidak dia harapkan, bagaimana bisa dia secara tiba-tiba menyukai orang yang berada di masa lalunya. Mereka sudah lama tidak bertemu, namun deta...
