09. pengumuman dan kebersamaan

95 18 2
                                        

Desember 2018

Semester satu kelas delapan sudah dilewati dengan baik, hari ini adalah hari dimana pengumuman juara kelas diselenggarakan di lapangan, semua murid sudah berkumpul dengan perasaan yang berbeda-beda. Ada yang cemas dengan hasil raport, ada juga yang senang karena libur panjang semakin di depan mata.

Aisha jelas masuk kedalam golongan ke dua karena orangtuanya tidak terlalu keras dan memberi tuntutan, jadi Aisha akan baik-baik saja dengan apapun nilai yang dia dapatkan dari hasil belajar kebut semalam saat seminggu kemarin, ditambah dengan sifat setengah tahun yang Aisha pikir baik-baik saja.

Sudah hampir satu jam siswa/i dijemur di lapangan yang panas ini, mendengarkan amanat dari kepala sekolah dan beberapa perwakilan guru yang intinya sama-sama menjelaskan, 'Untuk anak-anak tetap semangat, bagi yang belum berhasil mendapat juara jangan berkecil hati, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda'

Huftt ....

Aisha menghela napas panjang lalu mengeluarkannya lagi, sebelah tangannya bergerak menutupi bagian atas matanya supaya tidak terlalu silau melihat matahari yang kini terasa begitu dekat dengannya.

"Siap dengerin hasil juara sekarang, siap?"

"SIAP!"

Guru BK itu tertawa renyah, lalu beliau mengambil map yang berisikan tulisan juara kelas yang akan segera disebutkan sekarang juga. 

Here we go.

Penyebutan juara dimulai dari kelas tujuh A dilanjut dengan tujuh B, C D, E, dan kini saatnya penyebutan juara dari kelas delapan yang tanpa sadar membuat Aisha juga ikut menahan napas, ditambah lagi mendengar ungkapan-ungkapan teman sekelasnya, membuat Aisha mulai merasakan jantungnya berdetak lebih keras dengan harapan yang perlahan terasa membesar jika dia mau maju ke depan sana.

"Anjir Han, gue deg degan banget," ujar Leana yang ada di depannya, memegang bagian dada untuk membuktikan betapa nerveos nya dia saat ini.

"Heem, gue jugaa, siapa ya yang jadi juara, tapi gue yakin elo sih Na, lo pasti juara tiga, semangatt!" ujar Hana menyemangati Leana yang nampak sangat yakin jika dirinya akan maju ke depan.

Aisha membuang napas lagi, benar. Leana lebih rajin darinya dia rasa.

"Juara ketiga dari kelas delapan A adalah .... Azzahra Nessa!"

Tepuk tangan gemuruh, Aisha melihat bagaimana Zara berjalan dengan percaya diri masuk ke tengah lapangan dengan senyuman yang terpatri di bibir cantik itu.

"Juara ke dua jatuh kepada .... Sisil Fauzia, dan juara pertama jatuh kepadaa .... Amira YOLANDA!"

Aisha menunduk, dia memejamkan mata begitu melihat Sisil berdampingan dengan Yola berjalan ke tengah lapangan, Aisha memilih berjalan, mencari kedua sahabatnya yang dari tadi berpisah dengannya, lalu saat keduanya sudah terlihat, Aisha berlari kecil dan bergabung dengan Sena dan Rora yang berada di barisan belakang karena mereka menjadi wanita yang tertinggi di kelas, bahkan perbedaannya tergolong jauh jika dibandingkan dengan Aisha yang selalu saja mendapat kan barisan paling depan.

"Juara ke satu dari kelas delapan B adalah ....  Affandi Raffa Anggara!"

Aisha mengangguk tidak heran mendengar Raffa kembali memenangkan juara satu, karena saat kelas tujuh pun begitu.

TimelineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang