21. kekesalan dan keindahan pantai

51 10 0
                                        

Desember 2021

Hari berlalu dengan cepat, menghantarkan mereka ke akhir tahun yang akan segera dihadapi, semester baru sudah di depan mata dan seperti biasa jika sudah melewati ujian semester, selalu di adakan acara perlombaan olahraga antar kelas.

Here we go ...

Firman dan Hendra ketua dan wakil ketua kelas itu sedang mencoba menempatkan orang-orang di setiap lomba yang wajib diikuti.

"Aisha, lo ikut volly!"

"Gue enggak bisa volly, bisa liat kan kalo pelajaran olahraga gue suka nggak masuk tiap server?"

"Ya nggak papa, cadangan aja."

"Gue enggak mau."

Pandangan Firman lalu menajam ke arahnya, dan Aisha tidak takut dengan ketua kelas sombong itu karena yang dilakukannya adalah menatap balik mata dengan netra coklat itu.

Aisha memang memilih menjadi pendiam selama hampir dua tahun ini, tapi dia tidak mau ditindas.

"Terus lo mau apa? apa yang lo bisa?!"

Mendengar sentakan itu, Aisha bisa merasakan reaksi terkejut dari Lana yang di sampingnya.

Firman lalu berhenti berbicara menyadari jika ponselnya menyala, dia mendapatkan pesan yang terlihat cukup penting melihat raut galak tadi berubah menjadi serius, Aisha lalu berbisik pada Lana.

"Sombong banget anjir."

"Kamu turutin dia aja Sha, dari pada makin panjang masalahnya."

Aisha menggeleng. "Enggak bisa Lana, gue nggak mau tunduk sama orang sombong kayak dia."

"Yaudah, yang volly lo aja Na," tunjuk Firman yang sudah kembali menunjuk Lana dengan dagunya dan seperti biasa, Lana tidak menbantah, perempuan itu menganggukan kepalanya kepada Firman membuat Aisha melotot tak percaya.

"Lo bilang enggak bisa volly?"

"Ya emang, tapi enggak papa lah, aku males debat."

"Dih, Lan? mau gue—"

"Jangan, biarin aja. Paling nanti aku enggak masuk aja."

Aisha semakin tidak percaya dengan ucapan Lana, namun itu terbukti karena saat hari perlombaan itu dimulai, Lana benar-benar tidak datang dan membuat orang-orang mulai menyalahkannya.

"Gara-gara lo sih, Lana jadi enggak masuk kan," ujar Mela secara tiba-tiba berucap di hadapan Aisha yang masih memakai sepatunya.

"Kok gue?"

"Gara-gara lo nolak voli, Lana jadi gantinya, dan gue tau kalo dia enggak bisa voli, makanya sekarang dia enggak dateng."

LOH?

KENAPA JADI AISHA YANG DISALAHKAN?

Padahal jelas-jelas kemarin Lana yang menyanggupi, dia tidak menolak seperti apa yang Aisha lalukan.

Lalu saat Lana tidak datang, orang-orang menyalahkannya?

Hari ini berajalan lancar meskipun hati Aisha sudah sangat gondok dengan tuduhan teman sekelasnya yang terasa tidak masuk akal, orang-orang mulai semakin menunjukan ketidaksukaan mereka terhadap Aisha secara terang-terangan. Bahkan sampai mengadu ke wali kelas mereka jika Aisha tidak mengikuti lomba apapun, padalah Noya pun sama, perempuan yang satu circle dengan mereka yang mengadukan perihal Aisha kepada guru pun tidak mengikuti lomba apapun dan malah cari perhatian kepada kakak kelas.

Aisha merasa tidak ada yang beres di kelasnya, semua orang menyebalkan termasuk Lana.

Gara-gara dia Aisha disalahkan.

TimelineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang