46. Soto Ayam Pak Mat

191 21 2
                                        





Mobil berhenti di pinggi jalan tol, tak butuh waktu lama 6 pemuda yang di dalam mobil pun keluar berbondong-bondong. Jeno menarik napas dalam, sebab Shotaro yang tadi terus menerus menjepitnya di mobil.

"Kenapa kenapa?" Tanya Renjun ikutan panik.

Mereka semua menatap kearah Shotaro yang sudah terduduk di aspal, ia menarik napas, lalu mulai menjelaskan, "Tadi, ada yang pegang kaki gue."

"Halu kali." Jaemin.

"Pala lu halu!" Ucap Shotaro kesal, ia hampir menangis ketakutan, tapi malah dibilang halu.

Yangyang melirik Haechan, lalu mendorong anak itu kearah mobil, "Cek dong, Chan."

Haechan mendelik, "Idih, kok gue."

"Kan elu doang yang berani." Yangyang.

Renjun ikutan mendorong Haechan sampai masuk kedalam mobil, lalu menguncinya. Di dalam, Haechan mendengus malas, ia pindah ke kursi belakang, lalu mencondongkan tubuhnya kebawah untuk melihat siapa pelaku yang memegang kaki Shotaro.

Gelap, Haechan menyenteri ke
seluruh sisi, namun nihil, tidak ada apa-apa disana. Ia bangun lagi dari posisinya dan membuka kunci pintu dari dalam, sedangkan diluar anak manusia sudah berfoto ria sambil menunggu Haechan.

"Gimana, Chan?" Tanya Jeno, tapi matanya tetap fokus memotret Yangyang.

"Kaga ada apa-apa anjir." Ucap Haechan.

"Aelah, lu jan gitu dong, masalahnya jelas banget kerasa anjir yang pegang kaki gua." Ucap Shotaro.

"Ya tapi gak ada apa-apa jing."

"Gak, gak, GAK, INI GAK MUNGKIN, LU PASTI BERCANDA KAN, TIDAKKKK." Shotaro berteriak sambil memegang kepalanya.

Renjun memukul kepala Shotato pelan, "Alay taik."

"Udah ah, yok lanjut aja." Ajak Yangyang lalu lebih dulu masuk ke mobil.

Yang lain ikut menyusul masuk, sedangkan Shotaro dan Jeno saling tatap dengan wajah bingung.

"Lu yang bener kerasa dipegang, Ro?" Tanya Jeno.

"Ck elah, BENERAN COKKK, Gue kaga punya tenaga nge prank lu pada." Shotaro.

"Anjir, halu kali." Jeno menatap curiga.

"Lu bilang halu sekali lagi, gue tonjok."

"Halu halu halu halu." Jeno. Cuih, kekanak-kanakan.

Renjun menurunkan kaca mobil, melempar kedua anak itu dengan kuaci miliknya, "Oy! Lu pada mau ditinggal?"

Jeno dan Shotaro kembali menatap satu sama lain, lalu menghela napas, akhirnya mereka ikut naik juga kedalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.

.

.

.

Keadaan mobil sekarang hening, bahkan alunan musik saja tidak ada. Renjun, Jaemin, dan Haechan tertidur pulas, sedangkan Yangyang masih fokus menyetir sambil sesekali bersenandung.

Matahari mulai naik ke permukaan, hawa AC makin terasa dingin. Shotaro menatap kaca mobil, kakinya ia silangkan keatas, Jeno melakukan hal yang sama pula.

"Yang." Panggil Jeno.

"Napa?" Yangyang.

"Mau tukeran nyetir?"

Yangyang mengecek jam, lalu menggeleng, "Gausah, Jen."

Lalu kembali hening. Jeno mencoba memejamkan matanya, ia memeluk guling dengan erat, hampir saja masuk ke alam mimpi, tapi tiba-tiba Jeno merasakan ada yang memegang kakinya, tubuhnya membeku.

MANUSIA SQ || 00LCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang