Sekarang mereka semua tengah makan dengan tenang. Mereka makan bersama dan sesekali bertukar cerita.
Saat lagi enak enak makan, lily yg mau liat ke arah brankar Aletta seketika langsung membolakan mata nya karena kaget apa yg ia liat di samping brankar nya Aletta.
"ANJING!! KAK JUAN!! "
Teriak lily membuat mereka semua kaget. Bahkan vero yg lagi makan bakso dgn tenang langsung keselek.
HUK
HUK!!
"WEH WEH WEH MINUMMM DULU ASTAGAAAA!! "
"WEHH ANAK ORANG JANGAN DI BUAT MATII!! "
Heboh rayna dan langit ketika liat vero keselek bakso.
Lalu langit langsung mengasih minum ke vero. Setelah minum vero akhirnya bisa bernafas dengan lega.
"Huh... Heh anjir lo ly! Kalo gw tadi metong kek mane gara gara keselek bakso" omel vero ke lily.
"Ya anjir gw kaget soal nya gw liat kak ju-... Loh ilang" ujar lily bingung sambil menunjuk ke brankar Aletta.
"Juan?, lo liat juan dek? " tanya arhan memastikan ke lily.
"Iya bang, beneran lily ga bohong, tdi lily bener bener liat kak juan lagi berdiri di sebelah brankar nya Aletta sambil elus pala Aletta bangg, maka nya tdi lily reflek teriak" ucap lily membuat mereka semua langsung saling tatap tatapan.
"Mungkin halusinasi lo aja ly" ujar kahlevi.
"Sumpah dah gw beneran liat kak juan viii, gw ga bohong" ujar lily mencoba meyakinkan mereka.
"Huh... Udah udah jangan di pikirkan lagi bagusan lanjut makan aja dulu habisin tu makanan kalian" ujar rayna lalu mereka hanya mengangguk saja, kecuali lily dia masih terdiam lalu ia melihat ke sudut ruangan.
Lagi lagi ia melihat ada juan di sana sambil tersenyum.
"Ok gw ga salah liat dan ini bukan halusinasi gw kak juan beneran ada di sini" batin lily tapi ia mencoba tenang dan lanjut makan seperti yg lain.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Setelah selesai makan kahlevi, vero, raden, haikal, dan chiko mereka berpamitan untuk pulang ke arhan dan rayna. Karena mereka sudah di teleponi sama emak emak mereka.
"Yauda kak bang kami ijin pamit dulu ya makasih makanan nya tdi hehehe" ujar haikal dan arhan sama rayna hanya tertawa kecil.
"Hhh... Iyaa, makasih ya udah nyempetin waktu untuk kesini, makasih juga udh do'ain Aletta sembuh" ujar arhan ke mereka berempat. Sdg kn mereka berempat langsung mengangguk serentak.
Dan setelah nya pun mereka pergi dari sana, dan rayna sama arhan pun langsung masuk ke dalam ruangan.
Saat keduanya masuk ke dalam ruangan itu mereka melihat aira, nara, putri, dan langit duduk di sofa sdg kn lily ia duduk di samping brankar Aletta.
Mereka berdua cmn membiarkan saja, karena mereka tau kalau lily pasti kangen dgn sahabat nya itu.
Lalu keduanya pun ikut duduk di sofa di mana ada aira, nara, putri dan langit di sana.
Sdg kan lily...
Dia masih terdiam melihat wajah damai sahabat nya itu yg masih saja tidur.
"Ta... Lo ga mau bangun apa.. Gw kangen main sama lo... " gumam lily kecil lalu ia mulai meneteskan air mata nya satu persatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencintai dalam diam
Teen Fiction|𝐒𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭| seorang cewek yang menyukai temen sekelas nya secara diam-diam. sᴇᴍᴏɢᴀ ᴋᴀʟɪᴀɴ sᴜᴋᴀ sᴀᴍᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ɴʏᴀ ʏᴀ, ᴊᴀɴɢᴀɴ ʟᴜᴘᴀ ᴠᴏᴛᴇ~.
