42. Real Boyfriend

2.9K 383 283
                                        


Sorry, part terakhir ini panjang tembus 10k. Semoga nggak bosen ya bacanya


"Eunggg

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Eunggg..."

Lenguhan halus itu terdengar memecah keheningan kamar bersamaan dengan kecupan ringan yang mendarat tanpa henti. Lisa menggeliat pelan, merasakan sensasi geli yang menggelitik di area lehernya. Kelopak matanya bergerak pelan, mencoba menyesuaikan diri dengan bias cahaya pagi yang menerobos masuk dari balik celah tirai gorden penginapan. Begitu kesadarannya terkumpul, Lisa berdehem seraya berdecak pelan.

"Rey!" pekik Lisa tertahan, suaranya masih terdengar serak khas baru bangun tidur.

Pemuda yang dipanggil namanya itu sama sekali tidak bergeming, masih sibuk dengan dunianya. Sejak terjaga dari dua puluh menit yang lalu, kegiatan Reyden sibuk mengendus dan mengecupi kulit leher Lisa. Meskipun tidak menimbulkan bekas, tapi tetap saja kelakuan nakal Reyden itu membuat Lisa merinding.

"Reyden, aduhhhh..."

Lisa tidak kuasa menahan lenguhan saat bibir Reyden bergerak naik, memberikan kecupan kecil di sekitar rahang hingga belakang telinganya. Lisa benar-benar kalang kabut. Jantungnya yang baru saja ingin memulai hari dengan tenang itu mendadak dipaksa berpacu cepat.

Ini kenapa setelah balikan, Reyden berubah jadi gragas seperti ini, sih?

"Reyden! Stop, nggak?!"

Reyden akhirnya menarik wajahnya, menyisakan jarak tipis hingga ujung hidung keduanya sempat bersentuhan. Reyden memamerkan senyum manis yang sangat jarang diperlihatkan ke orang lain. "Pagi, pacar..." bisiknya parau. Suara rendahnya yang berat khas morning voice terdengar begitu seksi di telinga Lisa.

Lisa segera menahan kedua bahu Reyden. Posisi Reyden sekarang berubah setengah mengukungnya, mengunci tubuh kecil Lisa di bawah tubuh tegap milik Reyden. Lisa menatapnya dengan tatapan horor, meski ada rona merah muda di pipinya yang sulit untuk disembunyikan.

"Rey, ngapain, sih?! Masih pagi juga, bibirnya udah ke mana-mana!" protes Lisa sembari mencoba menjauhkan wajah yang tampak tidak berdosa itu-yang sialnya terlihat sangat tampan meski baru bangun tidur. Lisa jadi sangsi, menganggap Reyden pasti sudah mandi karena sangking sumringahnya wajah pemuda itu. "Minggir, Rey..."

Alih-alih menjauh, Reyden justru menjatuhkan kepalanya di atas dada Lisa. Reyden merebahkan diri di sana, menjadikan tubuh Lisa sebagai bantal ternyamannya sembari melingkarkan lengan di pinggang gadis itu.

"Berat, Reyden!" Lisa berusaha mendorong bahu tegap Reyden, namun pemuda itu layaknya batu karang karena sama sekali tidak bergeser sedikitpun. Lisa menghela napas pasrah, tubuh Reyden berat sekali jadi tangannya pun berhenti mendorong. "Kenapa jadi clingy gini, sih?" gumamnya pelan.

FAKE BOYFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang