Dia yang selalu berjalan dalam kabut dengan mata yang tertutup Berusaha meraih kebahagiaan tanpa berfikir adanya rintangan
Dia hidup untuk di kasiani bukan di kasihi ataupun sayangi
Dia hidup karena di tahan bukan bertahan
Dia hidup karena sebuah pa...
"Okeh yah.. Alan besok langsung sembuh demi adek kecil",Alan mengukir senyum dibalik alat bantu pernapasan yang ia gunakan
"Pinter anak ayah",pungkas Andres
"Semoga semua lekas membaik tuhan...",di pojok sama Adeeva dengan air matanya yang terus mengalir didalam sujudnya terus berdoa agar semua masalah yang ia dan teman temannya alami segera selesai.
* * *
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Denganmu, jatuh cinta adalah patah hati paling sengaja.
Pagi Alan membuka matanya dan mendapati Adeeva dan Aluna tertidur di sofa. Sedangkan Okta yang selonjoran di lantai sibuk dengan buku buku pelajaran nya, karena Okta baru saja pindah jurusan dan harus mengulang dari awal
"Sayang",suara serak Alan dari balik alat bantu pernapasan itu membuat Okta dengan semangat berdiri dan berjalan kearah kasur rawat Alan
"Mau makan?",tanya Okta dengan kepala yang di merengkan
"Sesak",ucapnya
"Alan gamau pakai alat bantu nya?",tanya Okta polos, Alan mengangguk. "Bentar aku panggilkan om Andres dulu",ucap Okta lalu berjalan keluar kamar, tak lama ia kembali bersama seorang pria dan di ikuti satu dokter pria dan dua suster
"Mau di lepas dek?",tanya sang dokter
"I-iya dok, saya kurang nyaman",jawab Alan sopan, mendengar hal itu sang dokter dengan perlahan membantu Alan melepas alat bantu pernapasan yang ia kenakan. "Nanti kalau Ade nya sesak nafasnya di pasangkan aja ya pa",ucap sang dokter kepada Andres, "iya pak terimakasih",ucap Andres, lalu sang dokter di ikuti dua suster berjalan kearah luar rawat
"Alan ga–",ucapan Okta ter potong ketika ia dan Alan mendengar suara yang sudah lama tidak mereka dengar.
"ABANG!!!",Athan berhambur ke pelukan sang Kaka.
"Abang!! Kangen!! Demi apapun!!",Athan terus menguatkan pelukannya
"Shh.. sakit than..",Alan sedikit meringis ketika Athan memeluknya terlalu erat. Suara berisik dari Athan itupun membangunkan Adeeva dan Aluna yang tadinya tertidur
"Sorry.. Abang Athan bawa sesuatu",Athan berbalik dan mengambil sebuah sertifikat penghargaan di tangan Arlan. "Athan menang lomba!!",serunya bahagia
Zero dari arah luar membawa semangkuk bubur untuk Alan sarapan. Ia mulai membantu Alan berpindah ke posisi duduk
"Nanti Zer",pungkas nya ketika Zero ingin menyuapi nya