Dia yang selalu berjalan dalam kabut dengan mata yang tertutup Berusaha meraih kebahagiaan tanpa berfikir adanya rintangan
Dia hidup untuk di kasiani bukan di kasihi ataupun sayangi
Dia hidup karena di tahan bukan bertahan
Dia hidup karena sebuah pa...
"Terimakasih sayang",ucap Mahen lalu memeluk tubuh Okta
"Ahh~~ mahen pergilah aku ingin merasakan ini bersama Alan ku",ucap Okta
"Dihari hari selanjutnya kamu akan merasakan nya kecuali di 2 hari kedepan",ucap Mahen lalu menarik selimut dan memeluk Okta tanpa mengeluarkan penisnya. Sedangkan Okta sudah membuat seluruh orang tenang dengan mengatakan ia tidak apa apa ia hanya sedang mengurus pekerjaan bersama Alan, Mahen juga sudah tertidur hanya dengan sedikit lumatan darinya.
* * * * *
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia mampu membunuhku tanpa harus menyentuhku,, karena yang dia serang adalah hatiku bukan fisik ku 🍂
Alan melajukan mobilnya dengan perasaan yang campur aduk, setelah mendengar penjelasan dari Okta. ia tidak pernah mengira bahwa Mahen benar benar akan melakukan hal itu, dunia nya benar benar hancur ketika mendengar ungkapan dari Okta. Ia seakan akan ingin mengakhiri hidupnya pada malam itu.
Okta
Alan Sayang, maaf. Aku ga bermaksud itu semua diluar kendali aku
Okta Aku gapapa. Aku ngelakuin itu demi kesembuhan kamu, demi Allah lan, aku kemakan kata kata Mahen yang dia bilang dia bakalan tidur setelah kejadian malam itu
Alan Ta.. aku gapernah mau sembuh kalau aku tau hal yang bikin aku sembuh malahan bikin kamu sakit hati
Okta Aku setelah ini bisa bahagia sama kamu lan. Bisa bahagia dengan pilihan ku, aku gabakal di teror sama Mahen lagi
Alan Aku merasa bersalah ta.. duniaku benar benar hancur
Okta Aku paham lan, tapi sekali lagi ini aku lakuin demi kesembuhan kamu
Alan Ta.. kalau udah gini gimana ta?
Okta Ayo kita nikah. Yang kali ini gausah pakai perayaan, kita pakai penghulu aja
Alan Iya aku coba ngomong ke keluarga kita ya.. besok aku kesana aku mau nenangin diri dulu
Alan mengabari Zero dan Fristya untuk menyusul nya ketempat yang ia maksud. Ia tidak ingin lepas kendali dan benar benar menghabisi nyawa nya sendiri. Ia menghentikan mobilnya di depan sebuah gapura yang bertuliskan kuburan Valve disusul dengan Zero dan Fristya.
"Udah sadar?",tanya Fristya halus
"Gue masih pantas hidup setelah ngelakuin hal ini?",tanya Alan tanpa menatap lawan bicaranya