Setelah Alan dan Okta selesai menunaikan sholat subuh mereka berdua membagi tugas masing masing, Alan yang membersihkan rumah sedangkan Okta yang sibuk memasak, sesekali Okta menggendong Feni kesana dan kesini agar gadis kecil itu tertidur dengan lelap. Setelah kurang lebih 27 menit mereka membereskan rumah, mereka menghidangkan sarapan di atas meja lalu akan beranjak membangunkan kedua orang tuanya untuk ikut sarapan
Sesampainya di ruang makan mereka berbincang satu sama lain, kebetulan ayah nya Alan sudah berangkat kerja sejak subuh tadi jadi yang ada di meja makan hanya Ara, Alan, Okta dan Feni yang masih dalam gendongan ibunya
"Rencana kalian hari ini mau kemana?",tanya Ara
"Dirumah aja mah, lagian Feni baru lahir gabisa di bawa kemana mana",ucap Alan seraya menyendokan nasi kearah mulutnya
"Okei, langgeng terus ya kalian, sampai punya anak banyak",ucap Ara membuat Okta terbatuk batuk.
"Kenapa ta?",tanya Ara
"Engga mah, udah kayak nya Feni aja kalau nambah Alan nya kasar",ucap Okta
"Kasar gimana?"
"Iya kasar kalau di kasur",ucap Okta membuat Alan tertunduk malu
"Owh jadi gitu anak mamah",goda Ara
"Gada mah!!",ucap Alan dengan wajah sedikit memerah,
"Hahaha santai sayang itu hal biasa dalam pernikahan",ucap Ara
"Okta mau punya anak cowo biar bisa jaga Feni",ucap Okta
"Tapi kan dia adek Feni",ucap Ara
"Iya mah, setidaknya mereka bisa bener bener saling jaga, kan lucu cewek cowok gitu",ucap Okta
"Kamu bener mau nambah lagi?",tanya Alan dengan tatapan yang sangat sangat membuat Okta bergetar
"Kalau di kasih hehe",ucap Okta
* * * * *
Di ruang kerjanya Alan sangat sibuk dengan laptop nya walau sedari tadi notif handphone nya terus berbunyi ia tidak sekalipun mengecek handphone tersebut hingga pada akhirnya satu panggilan dari seseorang masuk
*Panggilan tak terjawab dari Kannaya*
Kannaya
Knp nay?
Zero masuk rs
Kenapa dia?
Di gebukin Abang lo
Abang lo cemburu zero dekat ama gua
Lu dimana? gua otw
RS cempaka
Ok
Alan menutup laptop nya dan segera beranjak menuju arah kamar.
"Sayang aku harus otw ke rs",ucap Alan
"Kenapa?.. kok tiba tiba?",tanya Okta kebingungan
"Zero masuk rs, barusan Kannaya telfon aku",ucap Alan.
"Aku ikut"
"Jangan, aku takut masih ada bahaya yang ngintai kita, aku gamau Feni ikut ikutan kena",ucap Alan lalu bergegas keluar rumah
"Sampai kapan kita akan hidup menjadi orang orang yang bersembunyi, Feni harus bisa kuat ya nak",ucap Okta seraya mengecup dahi putrinya
KAMU SEDANG MEMBACA
ALANARA
Roman d'amourDia yang selalu berjalan dalam kabut dengan mata yang tertutup Berusaha meraih kebahagiaan tanpa berfikir adanya rintangan Dia hidup untuk di kasiani bukan di kasihi ataupun sayangi Dia hidup karena di tahan bukan bertahan Dia hidup karena sebuah pa...
