"Chika hanya gadis ku!"
~~~
"Aran aran..."
"Kenapa sayang...?"
"Chika mau nanya, kenapa bumi itu bulat. Nyatanya kan bumi itu datar"ucap polos chika.
Aran yang awalanya semangat mendengarkan ucapan gadisnya mendadak dirinya mendatarkan wajahnya.
"Co...
Aran menghela nafasnya, dengan cepat aran mengambil sekotak hadia dari marsha.
"Udah kan, kalau gitu saya permisi"ucap aran lalu masuk kedalam mobilnya.
Sedangkan masrha, ia sudah tersenyum senang karena hadianya di terima oleh aran. Walau pun harus sedikit di paksa, tapi tak apa lah.
"Apa itu?"tany chika.
Aran mengglengkan kepalanya tidak tau."ini buka aja sendiri"
Aran memberikan hadiah dari mataha pada chika. Chika mengambilnya, dengan cepat chika membuka kotak hadiah tersebut.
"Jam tangan"
"Mahal ini aran"ucap chika menunjukan pada aran.
"Buang aja"ucap aran.
Chika membulatkan matanya, jam semahal ini di buang begitu saja.
"Mending aku sipen aja, dari pada di buang"
"Ya udah kamu simpen aja"
"Males pakainya, kalau itu dari kamu baru aku mau pakai"ucap aran.
Chika yang mendnegar itu tersenyum senang. Sepertinya chika tidak perlu khawatir sekarang, aran sangat susah sekali untuk di dekati ileh wanita lain.
Jadi chika tak perlu susah susah menjaga ketat kedekatan aran dengan wanita lain. Karena aran selamanya tetap mencintai dirinya, hanya dirinya seorang.