"Chika hanya gadis ku!"
~~~
"Aran aran..."
"Kenapa sayang...?"
"Chika mau nanya, kenapa bumi itu bulat. Nyatanya kan bumi itu datar"ucap polos chika.
Aran yang awalanya semangat mendengarkan ucapan gadisnya mendadak dirinya mendatarkan wajahnya.
"Co...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang belum punya, yuk silahkan di beli, stok tinggal sedikit lagi.
Ini aku cetak terakhir, soalnya tahun depan bakalan sibuk banget. Hehe
Udah aku kasih harga murah aja, bira yang masih pelajar bisa beli☺️
Di kantor~
Aran tengah mengecek data data keuangan kantor. Semenjak dirinya menyikirkan Wisnu dari pruasahan nya, keuangan kantor aran menjadi stabil.
Aran menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi, ia sedikit memijat pelipisnya.
Tok tok!
"Masuk!"
Pintu ruangan aran terbuka, menampilkan sosok ella di sana.
"Ada apa?"tanya aran.
"Em, tadi kata mbak defa pacara pak aran nelfon terus pakai nomor kantor"
"Kata pacar pak aran, telfon darinya gak pak aran angkat"jelas ella.
Aran mengambil handphonenya yang berada di sebelahnya. Perasaan handphone aran tidak kehabisan batrai.
"Sial, gw di silent"gumam aran.
"Ah iya, makasih"
"Kamu boleh lanjut berkerja"ujar aran.
Ella menganggukkan kepalanya mengerti, gadis itu berjalan keluar dari ruangan aran.
Setelah ella keluar dari ruangan nya, aran dengan segerah menghubungi gadisnya.
"Aran!!"
"Kenapa gak angkat telfon dari chika?!!"
"Chika udah nungguin aran jemput dari tadi!"
"Maaf, tadi aku ada perkerjaan sedikit"
"Ya sudah, chika tunggu di sana yaa"
"Cepetan, jangan lama lama"
"Kampus udah mulai sunyi aran"
"Iya sayang"
Aran mematikan sambungan telfon nya. Aran segera keluar dari ruangnya menuju pasrkiran kantor.
Tak mau berlama lama, aran langsung menancapkan gas nya dengan kecepatan sedikit tinggi.
Aran tak mau membuat gadis kecilnya itu merah pada nya.
Sesampainya di kampus~
Aran menghentikan mobilnya di depan halte kampus. Chika duduk di sana menunggu dirinya sendirian.
Aran segera turun dari mobilnya, ia berjalan menuju chika. Chika tidak mengetahui kehadiran aran di sana.
Ia menundukan kepalanya menatap layar handphone nya. Aran mengelus kepala chika lembut hal itu membuat chika tersentak keget.
Chik mendongakkan kepalanya menatap aran yang tengah tersenyum manis ke arah nya. Chika memanyunkan bibirnya, ia memukul pelan perut aran.
"Lama bangettt"kesal chika memanyunkan bibirnya.
"Maaf ya sayang, aku tadi sedikit ada perkerjaan"
"Maaf ya..."
"Mau di maafin harus ada syaratnya"ujar chika.
Aran menaikan sebelah alisnya bingung, setelahnya ia terkekeh kecil. Sekarang gadisnya bisa mengancam dirinya ya.
"Apa syaratnya hm?"tanya aran, ia mengendong tubuh chika ala koala.
Setelahnya ia mendudukan chika di sakam mobilnya.
"Es krimnya harus beli tiga"ujar chika.
Aran terdiam sejenak, ia sedikit berfikir haruskah dirinya menuruti kemauan gadisnya ini.
Jika tidak di turuti, chika akan mendiaminya sampai dirinya membelikan apa yang di inginkan gadisnya ini.
"Oke, tiga"
"Tapi gak boleh di makan semua sekaligus hari ini"
"Sipan untuk besok"ujar aran.
Chika menganggukan kepalanya setuju"oke, ayo beli es krim"ujarnya senang.
Setelah membeli es krim untuk gadisnya, aran kembali ke kantor. Ada beberapa pekerjaan lagi yang harus ia kerjakan.
Chika?, tentu saja gadis itu ikut dengannya. Chika ternyata benar benar ingin belajar berkeja di perusahaan milik aran.
Setelah selesai memkan satu es krimnya. Chika memposisikan dirinya duduk di samping aran. Ia mengeluarkan laptopnya lalu membuka data data yang aran berikan untuk ia kerjakan.