TRL. 03

3.6K 286 10
                                        

"Apa gue susul mereka aja yah, ah susul deh gue takut mereka kenapa-kenapa" Setelah tadi menyaksikan bagaimana Kenzie menghajar kedua teman Tomi, Olla berpikir kembali, apa Kenzie orang yang di maksud.

Olla pov:

"Anjir kejadian nya cepet banget, Kenzie manusia apa bukan yah, sekali pukul aja mereka bisa tumbang" Aku masih ingat bagaimana cara kenzie menghajar mereka

"Apa Kenzie orang nya yah, kalaupun iya berarti pertemuan kita singkat" Aku berharap bahwa Kenzie tidak datang hanya sesaat, ya sebagai mana wanita normal yang melihat wajah lelaki bak malaikat itu, siapa sih yang gak suka

"Aku berharap lebih kalo Kenzie akan menetap"

Olla pov end

Kenzie duduk di atas tubuh Tomi, "saat orang lain sudah terpojok, kau masih saja menghajar nya"

Bugh

Satu pukulan dia daratkan di wajah Tomi "kau senang saat orang lain sudah hampir sekarat"

Bugh

"Orang seperti mu tidak pantas untuk hidup"

Bugh

"Aku sebenarnya tidak ingin membunuh, tapi..... Sifat mu seperti iblis"

Bugh

"KENZIE STOP" teriak seseorang, ya itu Olla dia seakan tak tega melihat sepupunya yang sudah terbaring lemah

"Ada apa olla, bukan kah kamu yang menginginkan mereka musnah" Olla terkejut atas ungkapan Kenzie

"J-jadi bener, Kenzie...." Batin Olla

"U-udah ken, dia bisa mati" Pinta Olla memohon

"Huhft, bawa dia ke UKS sisanya biar aku saja" Titah Kenzie

"Lo mau kemana Ken" Tanya Olla sembari mencoba mengangkat Tomi

"Ada dua curut di kelas, saya yakin kamu bisa bawa dia" Kenzie berlalu pergi

"His nyebelin banget sih tu cowo" Kesal Olla

__________

"Kapan lo pergi dari sini" Tanya Olla, mereka saat ini berada di atas rooftop setelah tadi membawa Tomi dan kedua teman nya ke UKS

"Ngusir" Tukas Kenzie

"Bukan gitu, lo dari Agen itu" Tanya Olla

"Gak perlu di jawab pun kamu pasti udah tau jawaban nya"

"Kenapa sedih gitu" Tanya Kenzie

"Gak ada siapa juga yang sedih, makasi udah datang, gue harap mereka bisa kapok"

"Saat kejadian itu kamu ada dimana" Tanya Kenzie, Olla yang paham pun langsung konek dengan apa yang Kenzie tanyakan

"Lo liat ada jendela di ujung sana, gue berdiri sambil gemeter di situ" Ucap nya sembari menunjuk, Kenzie mengangguk seraya ber oh ria

"Apa ada lagi selain mereka" Tanya Kenzie, di balas gelengan oleh Olla

"Tomi saat masih duduk di SMP gak kaya gitu, dia anak yang ramah, hingga suatu ketika ayah nya pergi dari rumah dan ibunya menikah lagi, tapi dia gak pernah kekurangan harta, dia cuman kekurangan kasih sayang orang tua, lebih tepatnya anak Brokenhome" Jelas Olla, Kenzie sempat tertegun

"Atas dasar apa dia melampiaskan semuanya seperti itu seenaknya"

"Mungkin dia merasa punya kekuasaan lebih"

"Dan orang tuanya tidak tau dia seperti itu di sekolah, tapi orng tuanya pun seperti tutup mata dan telinga tentang keadaan Tomi" ucap Olla menambahi

"Mencari perhatian lebih tepatnya" Final nya

"Kenapa para guru pun seakan tutup mata tentang ini" Tanya Kenzie lebih intens

"Seperti yang lo tau, dia suka bertindak seenaknya, pernah ada satu guru yang menegur, dan saat di jalan pulang Tomi menghajar nya, dan aneh nya dia selalu lepas dari jeratan hukum" Jelas Olla

"Apa harus gue bunuh anak itu" Celetuk Kenzie

"Jangan dulu, siapa tau dia mau berubah, dan orang tua gue bakal nampung dia, dan akan berusaha membimbing dia" Bantah Olla

"Pliss kasih kesempatan buat Tomi" Ucap Olla memohon

"Setelah Pero masuk sekolah lagi, dan kita lihat perubahan Tomi setelah nya" Ucap Kenzie Tegas

"Apa ada orang lain selain Tomi" Tanya Kenzie

"Gue rasa gak ada, cuman dia yang begitu" Tutur Olla, Kenzie mengangguk paham

*****

Kenzie Pov:

Sudah satu minggu aku di sekolah ini, sudah satu minggu juga si anak korban bully tidak masuk, aku pernah sekali ke rumah nya bersama gadis bernama Olla

Oh iya sebentar ngomongin soal Olla, aku punya cerita pendek yang menurut ku cukup lucu, seperti saat malam sabtu kemarin

"Ken maaf ya kalo gak sopan, gue orang nya emang gini kalo ngomong" Ucap nya

"Oh iya tidak apa, kenapa kamu meminta ku untuk datang" Tanya ku, saat itu dia tengah terjebak di tengah-tengah jalan tol

"Ah lo gak liat apa mobil gue kehabisan bensin" Aku akuin kalo olla cewe yang asik dan dia juga menarik, tapi aku tidak memberikan nya perhatian lebih, ingat tidak lebih!!

"Lagian kamu tengah malam gini mau kemana sih" Tanya ku

"Gue kalo malem suka jenuh diem di rumah jadinya ya gini" Aku baru tahu kepribadian olla dia sangat suasana seperti ini

"Tapi kenapa harus di tengah tol kaya gini olla, gimana kalo ada orang jahatin kamu" Ucap ku

"Ah bodo amat sama yang kaya gitu, gue bawa golok noh di kursi depan" Tunjuk nya, memang benar ada sebilah golok di kursi depan

"Eh apa kamu tahu rumah Pero" Tanya ku

"Tau, gue pernah ke rumah nya pas dapet tugas kerja kelompok"

"Besok anterin, kita jenguk dia" Ini memang bukan sebagian dari tugas, tapi entah lah tingkat kepedulian ku seperti nya meningkat berkat olla juga,

Kalian harus tahu olla itu orang nya sangat perduli terhadap sekitar

Dan untuk Tomi, sepertinya dia sudah sedikit berubah, dia sering menunduk kala tatapan kita bertemu

Dan aku juga memberi hukuman pada ketiganya, bahwasanya mereka bertiga harus hormat ke tiang bendera selama satu jam sebelum pelajaran di mulai

Dan guru pun kini sudah bebas dari nya, dua hari setelah nya, ayah Tomi datang ke sekolah, dan aku sempat akan berantem dengannya untung saja aku di tahan oleh olla, kalo tidak si tua bangka itu sudah aku buat babak belur

Untung saja saat aku memberi nasihat mereka mau menerima, dan hubungan Tomi dengan ayah nya pun kini sudah membaik

*****

Kenzie pov end

"Ken sampai kapan gue harus kaya gini" Tanya Tomi sembari hormat pada sang saka merah putih

"Tunggu sampai pero maafin lo, baru lo semua bisa lepas dari hukuman" Ucap Kenzie

"Dan inget, gunain kesempatan ini sebaik mungkin, kalo lo masih kaya gini, gue bakal buat lebih parah, paham gak lo" Tegas Kenzie

"Paham Ken, lo bisa percaya sama gue, gue bakalan berubah, dan juga gue mau ngucapin makasih, sekarang hubungan gue sama bokap udah mulai membaik" Ucap Tomi tulus

Kenzie menganggukan Kepala nya "tuh Pero, kejar dia bawa ke kelas, minta maaf nya harus tulus" Titah Kenzie, Tomi mengangguk, lalu mengalihkan atensi nya pada Pero

"Ayo guys" Ucap Tomi pada kedua teman nya































Tbc.
Segitu dulu, gimana?
________

See you next chapter

THE REAL LESSONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang