TRL.19

2.7K 262 23
                                        

Hari ini pertemuan di batalkan oleh Keynal, karena dia tiba-tiba ada urusan mendadak, Kenzie maupun Shani tak harus melakukan apapun hari ini, karena berkas identitas mereka pun sudah masuk ke sekolah yang nantinya menjadi tempat mereka menjalankan misi.

Setelah tadi dari kamar Kenzie, Shani tak lagi berani untuk bertemu Kenzie saat ini,entah apa alasan nya,tetapi setalah menemukan bekas muntahan di baju Kenzie, Shani benar-benar menghilang dari Pandangan Kenzie.

Seperti sekarang ini Shani lebih memilih melakukan yoga di halaman belakang Mansion milik keynal,Saat tengah fokus melihat instruktur senam itu melalui handphone, pandangan nya harus teralihkan pada Kenzie yang sedang menuju kolam berenang.

"Astaga bisa-bisanya semalem aku muntah di baju nya Kenzie,tapi kejadian sebenarnya seperti apa" batin Shani

"Ya tuhan aku berharap malam tadi di skip saja,tapi aku masih penasaran kejadian yang sebenarnya" batin nya lagi Shani mengerjapkan matanya beberapa kali, menetralkan emosi yang hinggap dalam jiwanya.

Raga Shani masih dalam posisi senam Yoga namun pandangan nya tak bisa ia alihkan di kala Kenzie sudah mulai membuka bajunya.

Glek

"Kenapa buka baju segala sih" gerutu Shani kesal,ia menghela nafas nya berat

Ada satu lagi yang mengganjal dalam hatinya selain Kenzie, mengingat nya kembali membuat emosi Shani seketika meluap lagi "Gracias,tapi kenapa bisa dia ada di sini,bukanya saat di London dia mengatakan akan menjalankan tugas nya di Texas" pekik Shani,ia sungguh kesal saat ini jika harus kembali berurusan dengan Gracias

Kita beralih ke posisi Kenzie yang sedang menenggelamkan tubuh nya di bawah permukaan air.

Byur

Sesuatu keluar dari permukaan air, Kenzie mengibaskan kepala nya, rambut yang basah dan acak-acakan seperti mengibas ke kanan dan ke kiri,dan hal itu tak luput dari pandangan Shani.

" 3menit" gumam Kenzie sembari mematikan stopwatch nya

"Huh masih lumayan juga skill gue"ucap Kenzie,matanya tak sengaja menangkap Shani yang juga tengah menatap nya "loh Shani ada di situ" gumam Kenzie

Di sebrang sana Shani yang melihat Kenzie pun langsung berlari masuk ke dalam,dia berlari begitu saja,bahkan alas yang ia gunakan untuk Yoga pun masih menggelar.

"Lah ko malah lari,apa dia masih mikirin masalah semalem yah" tanya Kenzie pada dirinya sendiri

"Hampir masuk waktu jam makan siang, mending gue samperin Shani deh,kasian dia masih merasa bersalah kayanya sama gue" Kenzie menyabet handuknya dan langsung beranjak masuk ke dalam.

Dalam perjalanan Kenzie menuju kamar nya,ia tak menemukan Shani sama sekali,bahkan deru nafas nya pun tak bisa ia rasakan "di kamar kaya nya, mending gue ganti baju dulu deh baru nyamperin dia" Kenzie kantas melanjutkan lagi perjalanan menuju kamar nya

"Gara-gara baju sialan ini nih,bodoh banget gue semalem pake lupa naro segala lagi" gerutu Kenzie kesal saat sudah sampai kamar nya,dan dia melihat baju yang masih bersimbah bekas muntahan itu.

"Mending gue sekarang mandi,kasian kalo Shani terus terusan ngehindar dari gue" Kenzie bergegas masuk ke dalam kamar mandi dengan mambawa baju gantihya

Sementara itu Shani tengah mengintip di pintu kamar nya,matanya melihat sekeliling sebelum akhirnya dia keluar dan menuju dapur.

"Semoga aja gak papasan sama Kenzie,aku masih malu kalo harus ketemu dia"gumam Shani,dia berjalan perlahan dan berdoa dalam hati nya agak tidak bertemu dengan Kenzie

Bukanya Shani tak mau pulang ke apartemen nya,tetapi Keynal menegaskan bahwa Shani harus menetap di Mansion nya itu.

Shani sempat menolak,tapi sayang dia kalah berargumen dengan Keynal. "Masak apa ya yang gak lama,sebelum Kenzie ke bawah aku udah harus selesai" Shani berjalan menuju kulkas

"Aku bikin udang saus tiram aja deh biar lebih cepet" Shani mengambil lauk yang ada di kulkas, sebelum itu dia merendam nya terlebih dahulu di wadah yang sudah berisi air bersih.

Shani memakai Apron yang tergantung di dinding dapur,rambutnya ia ikat ke belakang hingga menampilkan leher nya yang mulus.

Namun tanpa ia sadari ternyata ada sepasang mata yang tengah melihat ke arah nya "S-Shani" gumam nya,ia menelan Salivanya kuat-kuat

"I-ini ko jadi kaya suami istri yah,gue yang baru keluar dari kamar,dan Shani yang lagi masak" Gumam Kenzie dari atas tangga,ia urungkan niat nya untuk ke bawah, karena dia pikir suasana akan menjadi canggung nantinya,jadi ia memutuskan untuk melihat Shani dari atas sini.

"Loh tapi itukan Apron nya mamah yang di pake Shani" Kenzie tanpa pikir panjang langsung turun ke bawah setelah menyadari barang yang di pakai Shani adalah milik mendiang ibunya.

"Ekhem"Shani yang semula fokus memasak kini memutar tubuh nya perlahan

"K-Kenzie"ucap Shani terbata

"Maaf sebelumnya aku mau tanya,kamu ambil Apron itu dari mana yah"tanya Kenzie

Shani bingung dengan pertanyaan Kenzie,mengapa dia menanyakan hal seperti ini pikirnya "saya barusan liat ini tergantung di paku sebelah sana" tutur Shani

"Tapi gak pernah ada yang pake Apron ini,ini punya mendiang mamah saya" pekik Kenzie,Shani yang mendengar itu reflek akan melepas.

"E-eh gausah di lepas,udah pake aja sama kamu keliatan nya juga cocok,saya tadi cuman nanyain aja kamu ngambil nya dimana"ujar Kenzie, akhirnya Shani mengangguk dengan tersenyum canggung

Terjadi keheningan, Kenzie pun masih enggan beranjak dari samping Shani,sang empu yang sadar akan tatapan lelaki di sebelah nya menoleh "kenapa liatin saya" tanya Shani, seketika Kenzie membuang pandangan nya ke arah lain

"E-enggak saya gak liatin kamu,saya liatin masakan yang lagi kamu buat"alibi nya, padahal jelas tadi dia ke gap sedang memperhatikan Shani

Pikir Shani memasak udang akan selesai dengan cepat,namun nyatanya dia memerlukan waktu yang lebih,pun ia tak masalah karena sudah kembali mengobrol dengan Kenzie, walaupun masih sedikit canggung.

"Nih tissue,wajah kamu keringetan"ucap Kenzie, Shani tak bergeming,dia malah menatap Kenzie.

"Kelamaan mikir,maaf ya saya bantu lap keringat kamu"Damn Shani membeku di tempat, perlakuan Kenzie yang menurut nya kali ini berlebihan,tetapi dia membiarkan Kenzie mengelap wajah nya yang penuh dengan keringat tipis itu.

"Ada yang harus saya bantu gak"tanya Kenzie

"Gausah, sebentar lagi juga selesai kamu tunggu aja di meja makan"titah Shani, Kenzie mengangguk patuh dan akhirnya beranjak menuju meja makan dengan senyum yang masih merekah.

Kejadian tadi tak luput dari pemandangan dua asisten yang sedang membersihkan isi rumah "Den Kenzie sama Non Shani lucu juga ya Ra,Tuan Keynal gak salah tadi ngeluarin Apron punya mendiang nyonya" ucap nya terkekeh pada teman nya Nira

"Saya setuju sama kamu Na,lagian mereka juga serasi lagi,kaya pasangan muda gitu"balas Nira pada Nana

"Kamu tadi berhasil videokan"tanya Nana

"Sudah beres itu mah,sudah saya kirim ke Tuan Keynal"keduanya ber tos ria, karena selepas ini mereka akan mendapatkan bonus dari Keynal

Di sebrang sana Keynal yang mendapatkan kiriman video langsung membuka nya, sepanjang menonton senyuman nya tak ia lunturkan "haha so soan nolak,di tinggal berdua aja udah kaya suami istri,tapi ribut terus" pekik Keynal terkekeh

"Tinggal aku masukan Gracias ke dalam lingkungan mereka" gumam Keynal yang langsung menghubungi seseorang lewat sambungan telepon.

















Tbc.
Segitu dulu, dua minggu ke depan bakalan dibuk banget🙌🏻

_______

See you next chapter dua minggu kemudian

THE REAL LESSONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang