Pagi hari tiba, tapi Kenzie masih betah di dalam mimpinya padahal ia tertidur dalam posisi duduk di samping Brangkar Gracias.
Namun Kenzie harus terbangun saat suara troli suster pengantar makanan masuk ke dalam ruang rawat Gracias.
"Selamat pagi Tuan Kenzie, maaf membuat mu terbangun" ucap nya kikuk
"Ah ya tidak apa, memang ini sudah waktunya untuk membuka mata" jawab Kenzie, lalu matanya beralih pada sosok wanita yang masih memejamkan matanya di atas kasur
"Jangan dulu membangunkan dia, biar saya saja nanti, kau boleh keluar jika sudah selesai" tukas Kenzie, kedua suster itu mengangguk patuh
"Satu lagi, tolong siapkan air hangat untuk mengelap tubuh nya" tambah Kenzie
"Baik Tuan, akan segera saya siap kan. Apa ada lagi Tuan" tanya nya. "Sudah itu saja, biar kan makanan itu di situ, nanti saya yang akan menyuapi Gracias" titah Kenzie, Suster kembali mengangguk dan langsung melenggang pergi.
Rumah sakit Cipta Jaya di bangun oleh Keynal menggunakan dana Pribadi nya, sempat ada penolakan dari pemerintah karena Keynal mendirikan rumah sakit itu bukan pada tempatnya, namun bukan Keynal namanya jika tidak bisa mewujudkan keinginannya itu.
Kenzie sudah kembali dari kamar mandi dengan handuk yang masih melingkar di leher nya. Kenzie membawa beberapa baju ganti untuknya menginap di rumah sakit, tujuan nya satu, dia ingin menemani Gracias.
Keynal sempat mengusulkan untuk di rawat di rumah dengan dokter pribadi, tapi hal itu di tolak secara halus oleh Gracias, Keynal pun tidak bisa membantah nya.
"Gracias, hey wake up" ucap Kenzie sembari mengelus pipi Gracias
"Eungh" terdengar lenguhan halus dari bibir wanita itu. "Morning my princess" ucap Kenzie, Gracias mendengar itu tersenyum dengan sesekali mengerjapkan matanya
Saat kesadaran sudah pulih Gracias kembali menatap kenzie "tumben kamu udah bangun duluan" ucap nya, Kenzie tersenyum dan mendekatkan bibir nya pada kening Gracias
Cup
"Tadi suster bawa troli makanan ini, jadinya ya aku bangun" Gracias terkekeh mendengar nada kesal dari Kenzie
"Kamu udah sarapan, uhuk uhuk" tanya Gracias di sertai batuk, ini sudah terjadi berulang kali, Kenzie hanya bisa menatap nanar ke arah Gracias.
"Aku menunggu mu, setelah ini kita sarapan bareng yah" Gracias mengangguk.
Suasana hening menyelimuti keduanya, Gracias yang tengah memakan makanan hambar nya, dan Kenzie yang tadi ke kantin sebentar untuk membeli sarapan nya.
"Apa di semua rumah sakit makanan nya selalu sama" dumel Gracias. "Kata dokter sih itu makanan yang terbaik untuk pasien" jawab Kenzie dari arah sofa yang sedang khidmat memakan nasi goreng Seafood nya.
"Aku mau coba itu kenzie" pinta Gracias menunjuk ke arah piring kenzie
Kenzie mengangguk pasrah, dia berjalan mendekati Gracias "buka mulut nya" titah nya
Nyam nyam nyam
"Tuh kan ini enak, aku mau ini Kenzie" rengek Gracias
"Ya sudah habiskan saja punyaku yah, aku sudah kenyang" Gracias tersenyum senang, dia mengambil alih piring kenzie yang masih berisikan setengah lagi nasi goreng nya.
"Selesai kau makan, aku akan ke sekolah yah" tukas Kenzie. "Hmm yah Kenzie, kau hati-hati yah" ujar nya
"Kau tenang saja Gracias. Seharusnya aku yang meminta mu hati-hati"
KAMU SEDANG MEMBACA
THE REAL LESSON
ActionShani Alexa "Hahhh sudah lama tidak mencium bau aroma SMA" "selamat menjadi murid lagi shani" kenzie "Pintar sekali anak-anak sekarang, mereka bermain tanpa melibatkan tangan nya menjadi kotor, dan selalu saja bersembunyi di ketiak orang tuanya" "s...
