Pagi hari sekali sekitar jam 05:40 Shani di buat pusing oleh Gracias, pasal nya gadis ini susah sekali di bangunkan, padahal hari ini misi pertama nya di mulai
"Gracias kalau kau tidak mau bangun terserah, aku akan meninggalkan mu" Tegas Shani dengan nada yang sedikit di tinggikan
Sementara itu di luar pintu terdengar suara derap langkah kaki yang mendekati kamar mereka.
Tok
Tok
Tok
"Non Shani, Non Gracias apa kalian sudah bangun" tanya seorang dari luar
"Bi nira saya sudah bangun, tapi Gracias sedang latihan menjadi mayat" sahut Shani, Bi Nira terkekeh dari balik pintu
"Saya di tugas kan untuk memanggil kalian oleh Tuan Keynal, jangan sampai melewatkan sarapan" Ucap Nira
"Ah iya bi, sebentar lagi saya ke bawah, apa Kenzie sudah bangun" tanya Shani masih dalam kamar nya
"Sekarang mau saya cek dulu Non" ucap bi Nira
"Ah iya bi, mohon maaf sebelumnya saya menjawab obrolan bibi masih dalam keadaan di dalam kamar" maaf Shani pada Nira
"Iya Non tidak apa, saya ke kamar Tuan Kenzie dulu" tanpa menunggu jawaban Shani, Nira pergi berlalu
Kita kembali pada Shani yang masih berusaha membangunkan Gadis berhidung mancung itu.
"Astaga Gracias kau bisa membuat ku gila kalau harus seperti ini terus menerus" ucap Shani frustasi, padahal dirinya sudah siap dengan perlengkapan sekolah nya.
"Lagian Tuan Keynal kenapa harus nyuruh aku tidur sama dia sih" gerutunya kesal, matanya kembali melihat Gracias yang masih tak bergeming dari mimpi indah nya.
"GRACIAS" teriak Shani yang sudah memuncak emosi nya, sementara sang empu terperanjat kaget dan langsung terbangun dari tidur nya dengan sekali hentakan
"Ahhhkk Alexa, kau kira aku ini hewan apa, membangunkan orang gak manusiawi banget" gerutu kesal Gracias namun dengan wajah yang masih menunduk
Shani mengusap kasar wajah nya, ia duduk di hadapan Gracias "Hey gadis menyebalkan, jangan membuatku kesal, kau baru pertama kali di sini" tutur Shani di depan wajah Gracias
"Alexa kenapa kau selalu mengancam ku, hiks a-aku ini adik mu" cicit Gracias dengan tangis nya
Shani menghela nafas nya panjang, ia berdecak sebal kala melihat wajah Gracias yang memelas seperti itu.
"Jangan menangis, sekarang kau bangun lalu mandi, Tuan Keynal sudah menunggu kita untuk segera sarapan, jangan sampai membuatnya kesal" tutur Shani yang kini berbicara dengan nada yang tenang
"T-tapi aku ini rindu pada mu Alexa, kau pergi begitu lama sekali" Shani membuang pandangan nya malas, dia selalu saja membahasnya lagi.
"Sudah lah Gracias kau tidak usah drama, dan ingat setelah ini selesai enyah lah dari sini" Tegas Shani, Gracias yang kesal melemparkan bantal kecil tepat pada wajah Shani,namun Shani sepertinya tidak terpancing emosi nya.
"Jangan mengganggu hidup ku lagi, ini adalah kali terakhir kita bersama, setelahnya kau harus pergi dari hadapan ku" Ucap Shani yang langsung berlalu dari hadapan Gracias.
Tanpa Shani ketahui Gracias terisak dalam tangis nya, begitu bencinya Shani pada dirinya "sepertinya ini akan sia-sia, kau pun tidak akan perduli dengan apa yang aku alami saat ini, aku akan selalu menganggap kau adalah kaka ku Alexa" cicit nya, ia menatap sendu punggung Shani yang kini sudah mulai menghilang dari pandangan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE REAL LESSON
ActionShani Alexa "Hahhh sudah lama tidak mencium bau aroma SMA" "selamat menjadi murid lagi shani" kenzie "Pintar sekali anak-anak sekarang, mereka bermain tanpa melibatkan tangan nya menjadi kotor, dan selalu saja bersembunyi di ketiak orang tuanya" "s...
