Pemandangan pertama saat Kenzie memasuki kelas 1-1 terkesan biasa saja, seperti sekolah pada umum nya, murid-murid yang bercanda ria, kerukunan terjalin begitu baik,
Namun setelah jam pelajaran pertama selesai, mata Kenzie membelalak kaget ketika melihat ke belakang ada seorang siswa yang menggendong seorang siswa juga di punggung nya.
Dia di perlakukan layaknya kuda yang sedang di tunggangi oleh Tuan nya, emosi Kenzie seketika mendidih namun dia harus berusaha menahan nya agar tidak meluap sekarang, dia masih memperhatikan itu.
"Hei ba*i sekarang giliran kau yang membelikan ku spaghetti, karena ajudan ku yang biasanya sudah mati" ucap seorang murid yang sedang menunggangi teman nya itu.
"bukanya a-aku sudah membayar lebih padamu agar tidak menjadi budak" sengah nya
"Aduh bedebah sialan ini, kau tidak lihat teman mu yang sering membayarnya lebih pun sedang aku tunggangi bodoh, kau mau mati hah" Kenzie memejamkan matanya mendengar lontaran kata demi kata yang sangat tidak layak di ucapkan di lingkungan sekolah.
"Hei kau bukanya murid baru itu" tanya nya tertuju pada Kenzie, namun sang empu tak menoleh hingga membuatnya sedikit kesal dan harus menghampiri meja Kenzie yang kebetulan berada di paling depan
"Defan siapa nama murid baru di sebelah mu itu" tanya nya pada seseorang yang duduk di samping kursi Kenzie
"N-namany Kenzie lan" ucap nya
Arlan Bastian
Tangan kanan sang penguasa kelas, badan nya sedikit berisi dengan BB 95 DAN TB 170,dia yang selama ini menjadi bayang-bayang murid dari kelas 1-1 "hei kau bisu atau lidah mu kelu, sekarang belikan aku spaghetti ke kantin" ucap nya pada Kenzie
"Kelakuan nya kaya si Tomi, tapi dia lebih dari itu kaya nya" batin Kenzie
"Uang nya" pinta Kenzie sembari mengulurkan tangan nya.
"Ah karena kau murid baru pasti belum tau aturan di sini kan, kau belum membayar uang keamanan bulan ini, jadinya selama satu bulan ini aku jajan pake uang mu" Tukas Arlan, Kenzie masih menunjukkan mimik wajah datar nya.
"Kau menatap ku seperti itu, mau di hajar hah" sentak Arlan yang langsung turun dari gendongan teman kelas nya tadi, dia menghampiri Kenzie yang mencengkram kerah baju Kenzie.
"Persetan dengan peraturan pak tua Arkan itu, aku sudah tidak tahan melihat kelakuanku anak genderewo ini" batin Kenzie menatap kesal ke arah Arlan
Bugh
Satu pukulan jatuh pada hidung Arlan, semua siswa yang melihat itu terperanjat kaget, Defan yang tadi berada di sisi Kenzie pun berdiri
"Aduh ken lo apa-apaan pake hajar dia segala, bisa panjang ini urusan nya" pekik Defan
"Lo gak usah khawatir, gue bisa nanganin nya sendiri" pungkas Kenzie, Arlan terlihat bisa bangkit kembali sembari memegangi hidung nya yang mengeluarkan darah.
"Sialan" umpat nya, dia berlari ke arah Kenzie, namun dengan sigap Kenzie menendang meja di depan nya hingga mengenai setengah dari badan Arlan
Hegh
"B-bangsat, siapa kau" tanya Arlan terbata, Kenzie menghampiri nya yang sedang terbaring lemah
Dugh
Dengan sangat keras wajah Arlan di tendang oleh Kenzie, dia menghampiri lagi lawan nya, dia angkat tubuh Arlan dan langsung melemparkan nya lagi, kini Arlan benar-benar tidak berdaya, namun setelah nya dari arah luar pintu terbuka, menampilkan sosok pria dengan setelan baju seragam di keluarkan dari celana, dasi yang di pasang setengah, kancing yang terbuka di bagian dada menambah kesan cool pada siapapun yang melihat nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE REAL LESSON
AksiShani Alexa "Hahhh sudah lama tidak mencium bau aroma SMA" "selamat menjadi murid lagi shani" kenzie "Pintar sekali anak-anak sekarang, mereka bermain tanpa melibatkan tangan nya menjadi kotor, dan selalu saja bersembunyi di ketiak orang tuanya" "s...
