Shani Alexa "Hahhh sudah lama tidak mencium bau aroma SMA"
"selamat menjadi murid lagi shani"
kenzie "Pintar sekali anak-anak sekarang, mereka bermain tanpa melibatkan tangan nya menjadi kotor, dan selalu saja bersembunyi di ketiak orang tuanya"
"s...
Ambulance datang tanpa sirine memasuki sebuah Mansion yang megah, Ambulance dengan warna hitam itu masuk pekarangan dengan tempo yang pelan.
"Langsung masuk saja ke Basement, Tuan Keynal sudah menunggu" Ucap penjaga gerbang dengan setelan jas serba hitam
Sang sopir menganggukan kepalanya, dia menurun dengan perlahan-lahan, hingga saat di ujung jalan, dia bisa melihat ada tiga orang yang tengah berdiri tegap. Dengan kantung kresek hitam yang entah membaluti apa?.
Dia matikan semua lampu, hingga lampu utama pun ia pandam kan saat sudah mendekati ketiga orang tadi.
Sang sopir turun dari mobil nya, dia berjalan dengan kepala menunduk ke arah ketiga orang itu.
"Selamat malam Tuan, maaf saya sedikit terlambat"ucap nya tak berani menatap
"Tak apa, kau lakukan saja pekerjaan mu, pastika dia bisa sampai dengan selamat sampai rumah sakit" Imbuh nya, sang sopir itu mengangguk, dia kembali beranjak dan meninggalkan pekarangan Mansion itu
"Lagian kenapa gak langsung di bunuh aja sih" Gumam kenzie yang langsung di hadiahi tatapan maut dari Shani
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Duh ko dia natap nya gitu banget yah" Batin Kenzie sedikit takut
Shani masih menggenggam sebuah kotak di tangan nya, yang bisa di pastikan itu adalah racun sekaligus penawar nya.
"Ngomong apa kamu barusan" Tanya Shani, padahal dia berbicara dengan nada yang santai, tapi entah mengapa kenzie menganggap nya seperti sebuah aungan yang mengerikan
"E-enggak saya gak ada ngomong apa pun" Sengah nya tak berani menatap Shani, Keynal tak kuasa menahan senyum melihat interaksi keduanya
"Sudah, apa sih yang kalian ribut kan, ayo kita masuk" Tukas Keynal, dia berjalan lebih dulu dan di susul oleh Shani kemudian kenzie
Namun belum beberapa jauh mereka melangkah, Kenzie menahan tangan Shani "T-tunggu Shani" Shani sedikit menepis tangan kenzie
"Jangan pegang-pegang" Ketus Shani, Kenzie yang kaget langsung melepas cengkraman nya, lalu Shani melanjutkan perjalanan nya
"Saya bilang jangan pegang-pegang" Sontak Kenzie mengkerutkan kening nya bingung, posisi nya jauh dari Shani, tapi kenapa orang ini berucap seperti itu, pikir Kenzie.
"Kamu kenapa Shan" Tanya Kenzie
"Kamu barusan pegang tangan saya lagi kan" Tuduh Shani
"Shani kamu sehat kan, saya pegang tangan kamu tuh tadi" Bantah Kenzie, karena memang benar Kenzie tak lagi memegang tangan Shani, lantas apa yang terjadi?.
"Halah ngaku aja deh" Ucap Shani malas
"Ni anak lama-lama ngeselin yah, padahal kan posisi gue jauh" Batin Kenzie