TRL. 23

2.6K 265 21
                                        

Istirahat kedua ini nampak nya akan semakin lama, yang jelas tadi Kenzie mendapatkan telepon dari Tuan Arkan, dia berucap pada Kenzie bahwa seluruh guru akan mengadakan rapat sekarang untuk membahas tentang diri Kenzie.

Kenzie sempat menolak kalau pembahasan rapat itu tentang dirinya, namun setelah mendengar nama Keynal di sebut, Kenzie mau tak mau harus pasrah.

Kita beralih sedikit pada kelas 1-7 yang dimana Shani sedang bertengkar dengan siswi yang bernama Areeta itu, masalah utamanya di sebab kan oleh Gracias yang tak sengaja menumpahkan kuah mie instan di baju Areeta.

Perkelahian yang awalnya terjadi di kantin itu merabak masuk ke dalam kelas 1-7, untung saja Shani masih bisa menahan emosi nya, tak seperti Gracias yang tadi hampir saja mematahkan leher salah satu orang tangan kanannya dari Areeta

"Untung aja Arthur gak sekolah hari ini, kalo dia ada dan tau kalian punya masalah sama gue, habis kalian" Tukas Areeta dia berdiri di hadapan Shani dengan lantang nya.

"Cih kau bersembunyi di ketek monyet saja bangga" sahut Gracias, teman-teman kelas nya yang mendengar itu kaget dengan apa yang Gracias ucapkan, kenapa wanita ini berani sekali pikir mereka

"Heh gue aduin lo ya sama pacar gue, dia gak bakalan segan loh sama siapa aja" ucap Areeta terkekeh hambar

"Areeta, si gadis yang berasal dari keluarga menengah anak kedua dari tiga bersaudara,anak yang paling tidak di inginkan kehadiran nya, pacar dari anak kelas 1-6 yang konon katanya memimpin seluruh kelas satu" ucap Shani panjang lebar, Areeta yang mendengar itu seketika terdiam

"K-kenapa dia bisa tau" batin Areeta

"Alexa kau masih saja" batin Gracias menatap Shani lekat

"L-lo kenapa bisa tahu HAH" sentak Areeta di akhir kalimatnya

"Jaga tingkah mu, atau aku akan membuatmu menyesal bitch" pungkas Shani dengan senyum smirk nya

"Shit siapa kau sebenarnya hah" Saat Areeta hendak menampar Shani, tangan Gracias dengan cepat menahan dan langsung memelintir nya ke belakang, dua orang yang di ketahui anak buah Areeta itupun diam tak bergeming, di tambah dengan tayapan Shani yang terkesan dingin.

"Awwsss s-sakit" ucap Areeta terdengar lirih

"Gracias lepaskan" titah Shani, dengan sekali hentakan Gracias melepas cengkraman tangan nya.

"Ish kenapa nyuruh lepasih sih Alexa" Kesal Gracias melipat tangan nya di dada dan dengan bibir yang sedikit di manyunkan

"Kalau kau tidak mau mendengar ucapan ku, pergi saja dari sini" tukas Shani, Gracias semakin di buat kesal oleh nya

"Aku aduin Kenzie yah kamu, aku mau bilang ke Kenzie kalo kamu marahin aku terus bukanya ja-" ucap nya terpotong kala Shani membekap mulutnya

"Jangan di lanjutkan, yasudah aku minta Maaf, jangan sesekali kamu keceplosan kaya tadi" pungkas Shani

Gracias yang sadar akan ucapan nya tadi pun merutuki kebodohan nya "hmm ya Alexa maaf" cicit Gracias dengan wajah di tundukan

"Kalian itu adik kaka atau gimana" tanya Salah satu siswi yang sedari tadi menyimak

"Ya ya dia kaka ku" seru Gracias, sedangkan Shani membuang nafas nya kasar dan terlihat akan beranjak dari sana

"Alexa tunggu" pekik Gracias, membuat  Shani kembali berbalik badan tetapi dia menghampiri Areeta

"Ingat kata-kata ku tadi, kalau sekali lagi kau terlihat berbuat ulah pada siapapun dan di mana pun di lingkungan sekolah ini, akan ku buat kau benar-benar menyesal akan hidup ini" peringat Shani pada Areeta

THE REAL LESSONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang