Raga dan Alex

10.4K 552 13
                                        

Samudra dan Ganzi sampai di sekolah. Memarkirkan motornya berjejer. Btw luka dikepala Samudra sudah bisa dibilang sembuh. Hanya tinggal bekasnya. Tapi masih ada perban kotak kecil disana.

Samudra melambai saat melihat Dani sudah menunggu mereka.

"Wuhh berasa 1 tahun ga sekolah ye."

"Wkwk sa ae lu."

"Btw nih formulir nya. Tadi gw dapet dari Tion. Gw diizinin hehe..." Dani memberikan 2 kertas formulir peserta uji nyali itu. Ke2nya menerimanya.

"Gw juga diizinin." Balas Samudra.

"Gw iya."

"Wihh keren. Cuma kita belum tau metode nya kan? Jadi siap-siap aja. Siapa tau kita misah nanti."

"Iya tau kok. Yaudah kuy masuk."

Tapi belum sempat Samudra melangkah, tudung Hoodie yang ia kenakan malah ditarik membuatnya terseret mundur selangkah.

"Eh eh eh? Aih apa sih?!" Samudra menatap sengit remaja dibelakangnya.

"Ikut gw bentar."

"Ga mau! Gw mau ke kelas!" Bryan diam. Tapi matanya memaksa membuat Samudra menghela napasnya panjang.

"Ngomong disini aja kenapa sih?! Btw lepas dulu anjing tangan lu. Gw ga bisa napas!"

Bryan melepaskan tangannya.

Sekali lagi Bryan diam.

"Kalian duluan aja. Nanti gw nyusul."

"Oke." Ganzi dan Dani pergi. Menyisakan ke2 remaja itu diparkiran.

"Apaan?!"

Bryan tak menjawab. Tapi memberikan sebuah paper bag berisi kotak bekal disana.

"Apa nih?! Dikira gw bocah dikasih beginian!"

"Dari nyokap."

"Lah? Buat apa?"

"Lu disuruh Main ke rumah katanya."

"Ngapain?"

"Ga tau."

Samudra menerimanya dan membukanya. Ada 5 potong kue disana. Terlihat sangat enak. Yang kemarin saja enak sekali. Bahkan Reynan tak sampai kebagian. Ia habiskan bersama Askar.

"Yaudah nanti habis latihan."

"Vokal?"

"Hm."

"Yaudah masuk gih."

Samudra terdiam. Merasakan sapuan dan tepukan lembut dikepalanya. Ada desiran aneh disana. Apa-apaan?!

"O-oke."

Samudra ngacir berlari. Meninggalkan Bryan yang terkekeh pelan.

"Uhuk uhuk! Ekhem!! Ada yang ngejilat ludah sendiri, nih?!! Ekhemm!" Ledek Yuda.

"Ekhem! Yang katanya ga bakal suka ekhem!!" Lanjut Bisma.

"Uhukk yang katanya anti homo ekhem!" Sambung Tion.

Bryan menatap teman-temannya yang datang langsung meledeknya.

"Minum Baygon gih." Ujarnya singkat.

"Itu basa basi anjing! Wehh dah masa pendekatan aja nih!!"

"Kan apa gw bilang. Doa kita kekabul! Kan bener dia nelen ludah sendiri!"

"Wkwk Yoi. Kita ledekin aja sampe mampus!"

Bryan memutar bola matanya malas menanggapi. Tapi sepertinya apa yang didoakan teman-temannya benar terjadi. Dia agaknya nyaman dengan Samudra. Entah melihat sifatnya, sikapnya atau putingnya. Eh? Ga Deng!!

SAMUDRA ⚠️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang