Ngapel pagi

9.9K 469 27
                                        

Subuh...

Calista menatap kearah tangga dimana grusak-grusuk terjadi di pukul 5 pagi. Ia mengernyitkan keningnya melihat putra bungsunya sudah rapi dengan seragamnya. Biasanya pun dia bangun pukul 7. Mepet-mepet bel sekolahnya.

"Bryan."

"Eh iya, Bun?" Jawab nya sembari mengenakan kaos kaki dan sepatunya.

"Mau kemana subuh-subuh gini?"

"Mau jemput pacar, Bun."

"Pacar? Sejak kapan kamu punya pacar?"

"Kemarin, Bun."

"Wah siapa dia? Kenalin atuh sama ibun."

"Iya nanti pulang sekolah aku bawa ke rumah."

"Iya bagus. Tapi ini masih subuh, Bryan."

"Tau, Bun. Sambil mau caper sama calon kakak ipar."

"Yang ada kamu diusir bertamu pagi buta."

"Nggak bakal kok, Bun." Bryan berdiri dan menghampiri Calista.

"Dimana ayah?"

"Lagi ngaji diatas. Ibun lagi dapet. Jadi ga ikut."

Bryan yang mengerti pun mengangguk saja.

"Eh mending kamu bawa aja brownies yang semalem ibun bikin. Ga enak udah dateng subuh-subuh ga bawa apa-apa."

"Iya Bun boleh. Kakak dia suka kue soalnya, Bun."

"Wah kebetulan banget. Yaudah bentar ibun ambilin."

Calista pergi ke dapur. Senang hati nanti siang akan melihat pacar dari si bungsu itu. Apakah cocok dengan kriterianya atau tidak.

Tak lama ia kembali dengan paper bag putih dan memberikannya pada Bryan.

"Makasih, Bun. Yaudah Bryan berangkat ya. Assalamualaikum."

"Sama-sama, nak. Waalaikum salam. Hati-hati ya."

"Iyaa."

Bryan langsung keluar dan menaiki motornya yang memang selalu standby di teras rumah. Meski ada garasi, ia lebih suka langsung tancap gas tanpa harus repot mengeluarkan nya.

Tak sampai 3 menit ia sampai didepan rumah Samudra. Wajahnya terlihat sangat riang dan bahagia. Mengetuk pintunya dengan muka cerah bak matahari yang muncul di subuh dini hari.

Cklek.

"Ehehe assalamualaikum wahai calon kakak ipar." Ujarnya membuat Reynan menaikkan 1 alisnya bingung.

"Lu kesambet apaan subuh gini udah pake seragam? Mana namu rumah orang pula."

"Kan mau jemput pacar."

"Masih subuh anying! Gila aja lu! Sam aja masih ngaji."

"Yaudah atuh. Kan mending nunggu dari pada terlambat."

SAMUDRA ⚠️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang