Leo dan Cley

9.9K 268 16
                                        

Sesuai kesepakatan. Rakki membawa ke5 cucu nya itu untuk membeli motor. Ralat. 6. Rakki tak akan membiarkan Tara iri dengan saudara-saudaranya yang lain. Jadi meski Tara kalah dalam game nya, ia juga mendapat hadiah. Bahkan Raka yang diam di tribun pun Rakki belikan motor metik untuknya bawa ke sekolah. Mengingat Raka masih SMP. Mereka ber7 sekarang tengah memilih motor yang mereka mau. Gedung besar itu akan untung hari itu juga.

Dan yang ke6nya pilih ada lah motor sport. Rakki tak mempermasalahkannya. Karena ia bilang mereka bebas memilihnya. Tadi mereka kesana dengan taksi. Pulangnya akan membawa motor masing-masing. Kecuali Rakki yang membawa mobil sendiri. Dan motor Raka akan diantar sekaligus.

"Gimana, nak? Puas semua?" Tanya Rakki setelah melihat semuanya sudah memilih motor nya masing-masing.

"Puas banget, Grandpa!" Jawab mereka bersamaan.

Rakki tersenyum seraya tangannya mengusak rambut angga sekilas. Dia selalu senang hati mendengar banyak orang yang memanggilnya dengan sebutan itu.

"Maaf, tuan. Ini notanya." Ujar seorang sales memberikan 7 kertas dengan data motor berbeda. Rakki menerimanya.

"Tunggu disini ya. Grandpa bayar dulu."

Author : rasa beli cilok ya??ʘ⁠‿⁠ʘ

"Siap, grandpa!"

Rakki menuju ke bagian resepsionis untuk membayar semua yang cucu-cucunya beli.

"Apa pembayaran akan di lakukan terpisah atau jadi satu tuan?"

"Jumlahin aja."

"Baik. Jadi totalnya 4,4 milyar, tuan." Karena memang rata-rata mereka memilih motor dengan limit harga 500-700 juta.

Rakki mengangguk Santai. Mengeluarkan dompetnya dan mengambil 2 black card selaligus. Resepsionis itu sampai gemetar menerimanya.

Pembayaran selesai. Rakki menerima kembali note dan kartunya lalu bergegas ke cucu-cucunya.

"Ayo pulang."

"Let's go!"

Jalanan nampak ramai oleh 6 remaja yang membawa motor baru dari gedung besar itu. Rakki dengan mobilnya memimpin mereka untuk pulang. Dan di belakang sana ada mobil pick up yang membawa motor Raka.

Sampai 30 menit mereka dijalan hingga akhirnya sampai di rumah Bryan Samudra. Mereka semua menunggu ke7 orang itu.

Riuh sudah teras rumahnya.

"Bilang sekali lagi sama Grandpa!" Kata Samudra.

"Makasih banyak, Grandpa! Kami sayang Grandpa!" Rakki diserbu cucu-cucunya. Ia senang dengan tawa renyahnya.

"Sama-sama, sayang. Inget jangan buat macem-macem motornya. Buat sekolah aja. Biar kalian serius belajarnya. Oke?"

"Siap, grandpa!"

Askar menuntun Raka untuk mendekati Rakki. Remaja 13 tahun itu pemalu memang.

Rakki dengan senang hati memeluk Raka.

"Makasih, grandpa."

"Iya, nak. Sama-sama. Yang rajin sekolahnya ya. Nurut sama Ayah Bunda."

Raka mengangguk cepat. Ia senang mendapat motor baru dari Rakki.

Hingga suara adzan Maghrib berkumandang lalu mereka bersama-sama sholat didalam rumah Samudra. Lalu makan malam bersama dan pukul 9 mereka pulang.

Kini menyisakan 1 keluarga kecil itu yang nampak puas di akhir pekannya.

Samudra menyusul bergabung di ruang keluarga setelah membereskan dapur.

"Mahh huhh... Mom..." celoteh Cley memanggilnya. Balita itu seharian nempel di Raka dan Hana. Hana bahkan berbicara keras ingin mempunyai adik seperti Cley yang kata dia cantik, imut dan gembul.

SAMUDRA ⚠️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang