Ulti Askar

13.1K 680 15
                                        

Hari ini Samudra ke sekolah sendirian. Ganzi mengabarinya jika Dani jatuh demam karena terlalu banyak menangis semalam. Tapi mereka dilarang memberitahu Ayah bunda Dani karena Dani masih enggan pulang. Dan mereka turuti saja mau remaja itu.

Samudra ke ruang guru terlebih dahulu. Untuk memberikan tugas matematika yang sudah ia selesaikan. Sambil memberikan surat izin ke2 temannya pada wali kelasnya.

"Lain kali tepat waktu, ya." Ucap Pak Hilmi menerima buku itu.

"Baik, Pak. Saya permisi."

Lalu Samudra beralih ke meja wali kelasnya.

"Ini surat izin Ganzi dan Dani, Bu. Mereka ga masuk hari ini."

"Terima kasih, Sam."

"Sama-sama, Bu. Saya permisi."

Dan Samudra pun keluar. Lega hati tak punya tanggungan tugas lagi.

Samudra melihat ada ribut-ribut di koridor depannya. Apa ada yang bertengkar? Karena kepo, ia pun mendekatinya.

"Oy, Sam!"

Samudra menoleh saat merasa terpanggil. Menyipitkan matanya melihat Tion berjalan kearahnya.

"Apa?" Sinisnya.

"Nih buat lu sama Ganzi."

Samudra menerima 2 undangan pernikahan? Itu. What?!!

Disana tertera jelas nama panjang Tion dan Dani. Dan mereka akan menikah lusa?

"Anjing!" Kerasnya karena tak menyangka mereka akan mengadakan acaranya secepat itu. Apakah Dani sudah mengetahuinya? Bagaimana mungkin padahal mereka baru menyetujui perjodohannya sore kemarin. Dan sekarang sudah sebar undangan? Ini gila.

Samudra menatap tajam Tion yang sangat santai memberikan undangan itu. Pipi Tion merah. sudah dipastikan beberapa betinanya mengamuk karena akan ditinggal nikah.

Setau Samudra, Tion sekarang berpacaran dengan Naila dan 2 siswi lainnya.

"Kok lu santai?" Tanyanya. Dia sedikit curiga dengan remaja begajulan ini.

"Ya mau gimana?"

"Gw yakin lu ada niat jahat kan sama temen gw?" Tubuhnya.

Melihat seringaian Tion membuat Samudra semakin yakin pada hatinya bahwa Tion akan melakukan hal gila pada Dani nantinya.

"Itu urusan gw. Mungkin temen lu itu bakal gw jadiin sebagai... Pemuas nafsu semata."

BUGH!!

"Bangsat!! Kalo temen gw ada kenapa-napa, lu orang pertama yang bakal gw bunuh, njing!!"

Tion sampai tersungkur mendapatkan pukulan dadakan dari Samudra yang tak main-main. Meski dikenal kalem, Samudra ternyata semengerikan itu jika sedang emosi.

Samudra merobek undangan itu lalu membuangnya. Dia marah karena ucapan singkat Tion yang menyakitkan. Jika Dani yang mendengarnya pasti akan semakin takut anak itu. Tion memang brengsek.

Samudra pergi dari sana dengan wajah tak bersahabat. Temannya tak akan selamat ditangan Tion. Pikirnya.

***

Kini Samudra ada di ruang musik. Sendirian. Seharusnya hari ini ada latihan. Tapi karena Dani dan Ganzi selaku gitaris dan drum tidak hadir, jadi Samudra juga meliburkan anak-anak yang lain. Dia vokalis. Sedang berlatih sendirian. Menyanyikan lagu baru yang ia buat sendiri.

Sedari tadi pagi Samudra sudah tak fokus dengan apapun. Dia mengkhawatirkan Dani. Ingin ia pulang. Tapi ia harus menyelesaikan lagunya terlebih dahulu karena besok akan mereka gunakan.

SAMUDRA ⚠️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang