Jealous

7.6K 336 11
                                        

Hari ini tepat 3 bulan usia pernikahan mereka. Seharian ini Bryan menempeli Samudra ntah kenapa. Bahkan ia menolak pergi ke kampus dan kantornya.

"Ish aku mau ke toilet atuh ih. Lepasin dulu."

"Nggak mau." Ujarnya mendusel di perut Samudra.

"Kamu tuh kenapa sih? Aneh banget hari ini."

"Pokoknya mau sama ay terus."

"Astaghfirullah."

"Ay coba panggil aku Daddy, ay."

"Dih apaan?"

"Aih coba ay!"

"Ya Allah iya, Dad."

Bryan menatap Samudra dengan cengiran tampannya. Hatinya menghangat saat mendengar Samudra memanggilnya.

"Panggil gitu terus ya, ay."

"Sampe kapan?"

"Selamanya. Ya ya ya..."

"Iya iya. Yaudah lepas dulu ini. Aku mau ke kamar mandi."

"Nggak mau."

Samudra menghela napasnya kasar lalu menyenderkan tubuhnya lelah. Hari ini ia tak melakukan apapun karena Bryan bertingkah aneh seperti ini.

"Cuma pipis, Dad. Habis itu boleh cundle lagi."

"Janji ya."

"Iya janji."

Dan akhirnya Bryan duduk sendiri. Melepaskan Samudra yang akhirnya bernapas lega. Mereka sekarang ada di ruang keluarga.

"Yang cepet ya ay."

"Iyaaa!"

Samudra sedikit kesal tapi ia tetap berjalan ke kamar mandi yang ada di samping dapur. Dan saat menjauh, ntah bagaimana Bryan jadi sangat lemas. Napasnya tak beraturan dan seperti tersengal-sengal.

"Den ini kopinya." Ratna masuk dengan membawa segelas kopi ditangannya. Ia meletakkan kopi itu di meja saat tak mendapat jawaban dari Bryan. Menatap majikannya yang terkulai menutup matanya lemas.

"Den? Nggak papa?"

Hening.

Ntah otaknya sedang melenceng atau bagaimana, ia dengan beraninya menyentuh pipi Bryan yang panas. Ia menyunggingkan senyumnya lalu dengan tanpa dosa duduk dipangkuan Bryan. Bryan yang mengira itu Samudra langsung memegangi pinggangnya agar tak jatuh dan Ratna langsung mengecup bibirnya.

"Astaghfirullah!! Bryan!!"

Bryan terperanjat dan dengan refleks langsung mendorong Ratna hingga gadis itu jatuh dengan punggung terantuk meja kaca itu.

"Ya Allah! Apa-apaan kamu, Ratna?!" Marahnya.

Plak!

Bryan memegangi pipinya yang semakin panas lalu menatap Samudra tak percaya.

"Kamu yang apa-apaan?!"

"Ay aku nggak tau! Aku kira dia kamu! Demi Allah ay!"

Bryan takut. Sungguh. Hatinya takut setengah mati melihat Samudra semarah ini padanya.

Bukannya Samudra yang menangis ini justru ia yang berembes. Badannya sudah lemas ntah kenapa dan kejadian ini membuatnya semakin lemas. Perutnya juga rasa diaduk hebat.

Saat Samudra akan melenggang pergi dari sana, Bryan ambruk ke lantai dan...

"Huek!!"

Mendengar suara itu Samudra langsung lari balik lagi. Melihat wajah Bryan yang kacau membuatnya tak tega meski hatinya tengah sakit sekarang.

SAMUDRA ⚠️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang