Bryan bangun subuh-subuh karena mendengar suara adzan dari hp Samudra. Setelah mengumpulkan nyawanya, Bryan mengusap matanya yang terasa berat. Tapi semangat kembali saat melihat buntelan kelinci yang ada disampingnya.
Cup.
Kecupan ringan ia berikan pada pipi Samudra.
"Bangun, ay."
Ujarnya lalu ia turun dari kasur setelah memastikan Samudra bangun. Ia pergi ke kamar mandi dan ber wudhu.
Ia memakai sarungnya dan menggelar sajedah sambil menunggu Samudra yang sedang di kamar mandi.
Lalu mereka melakukan sholat berjamaah. Selain mengaji, tentu saja Bryan juga belajar bacaan-bacaan sholat yang benar agar bisa menjadi imam yang baik seperti ini.
Setelah selesai, mereka mengaji bersama. Meski hanya terdengar suara Bryan, tapi samudra mengikut didalam hatinya.
Hampir 20 menit lalu mereka menyudahinya. Membereskan peralatan sholat itu lalu mereka keluar bersamaan. Bergabung bersama Reynan dan Askar yang sudah ada di ruang tamu. Meski masih pada memakai sarung.
"Bang." Panggil Bryan pada Askar yang tengah menyesap kopinya.
"Hm."
"Gw hari ini mau setoran ya."
Ke3nya menatap Bryan dengan lekat.
"Yakin?"
"Yakin, bang."
"Oke. Nanti jam 10. Disini."
"Oke, bang. Yaudah ni gw balik dulu. Nanti gw kesini jam 10."
Askar mengangguk mempersilahkan.
"Ay jadi mau jogging?" Tanya Bryan pada Samudra. Samudra memang memiliki janji untuk pergi jogging bersama Dani dan Ganzi hari ini.
Samudra mengangguk menjawab.
"Yaudah tiati ya. Jam 10 pokoknya udah di rumah ya. Temenin disini."
Samudra mengangguk lagi.
Bryan bangkit. Menepuk pucuk kepala Samudra sebentar sebelum berjalan menuju pintu. Tapi saat ia ingin memegang knop pintu, tiba-tiba...
Brak!
"Assalamualaikum!!"
"Aduhhh!!"
"Eh... Sorry-sorry. Bjir ngapain lu didepan pintu gitu?!" Teriak Ganzi saat melihat Bryan yang terantuk pintu yang ia buka keras tadi.
"Ck. Gw baru mau buka pintu, setan!"
"Ya sorry. Hehe... Ga tau gw."
Bryan mengusap keningnya yang berdenyut nyeri lalu berjalan keluar rumah menuju rumahnya.
Ganzi dan Dani masuk. Mereka sudah siap dengan baju olahraga. Hanya kaos dan celana pendek. Juga sepatu putih senada.
Samudra berdiri dan berlari ke kamarnya untuk berganti pakaiannya.
"Oy, bang. Si Bryan nginep ya, bang?" Tanya Dani.
"Iya."
"Si Aga udah di grape-grape belum, bang?"
"Ngaco lu. Belum nikah juga."
"Yakan secara nih bang mereka pacaran. Ga mungkin dong si Bryan nganggurin Aga."
"Iya, bang. Bener tuh."
"Kita awasin kok tenang aja. Sam masih tersegel aman." Ujar Reynan.
"Kan ka..."
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ⚠️
Teen FictionSi puting menggoda yang menjadi incaran banyak orang tapi malah jatuh pada rivalnya sendiri yang menggilainya bahkan sejak mereka bertemu saat TK dulu. Banyak yang ingin mencelakakan dirinya apalagi saat orang-orang tau ia mempunyai hubungan dengan...
