Triple Date

7.7K 367 12
                                        

Semua orang sibuk. Ya sangat-sangat sibuk. Pembagian undangan yang tak terkira banyaknya. Askar tak tanggung-tanggung mengundang tamu. Kolega bisnis pun ia undang. Bahkan dengan gilanya ia mengundang mantan BD. Ia menghubungi semua teman-teman masa SMP nya dulu.

Kini semuanya sudah selesai. Mereka duduk di ruang tamu bahkan Bisma sampai nggelosor di lantai karena lelah kesana kemari dari pagi sampai jam 5 sore.

4 kipas angin yang ada di rumah itu mereka gunakan semua di ruang tamu karena memang udara yang sangat panas.

"Huhh gila, bjir! Cape banget!!"

"Beli minum sana." Perintah Askar seraya tangannya mengambil dompet di sakunya.

"Cape ah, bang."

"Nih. Lebihnya buat lu."

Rukhi langsung bangkit saat Askar memberikan uang merah 3 lembar padanya. Kalau begini ia mau saja.

"Meluncurrr!!"

Blam!

Pintu tertutup dengan tidak elitnya. Mereka menggeleng-gelengkan kepalanya melihta tingkah Rukhi itu.

"Bang lu serius ngundang mantan BD?" tanya Yuda.

"Ya."

"Mereka pasti dateng semua?"

"Ga pasti sih. Tapi gw undang semua. Semoga aja pada dateng."

"BD tuh apa sih? Kalian bahas itu terus gw ga tau." Kata Dani yang diangguki Samudra dan Ganzi. Mereka hanya bisa menyimak jika mereka membicarakan BD BD itu.

"Lah kalian ga tau?" Ke3nya menggeleng bersamaan.

"Kotak yang kemarin lu temui di lemari gw. Inget kan?" Tanya Askar pada Samudra.

"Kotak hitam itu?" Askar mengangguk.

"Itu barang-barang gw pas masih jadi anggotanya."

"Oh jadi bener lu dulu nge geng?"

"Udah gw bilang kan kemarin."

Pekan lalu saat Samudra sedang membereskan rumah, ia tak sengaja menemukan kotak hitam ukuran besar ada diatas lemari Askar. Jadi karena berdebu ia berniat membersihkannya. Tapi saat dibuka, isinya banyak sekali. Ada kaos, jaket, topi, sepatu, sarung tinju, kain entah kain apa, bahkan ada kotak yang didalamnya ada jam tangan dengan modif huruf B dan D. Dan masih ada barang lainnya. Askar sudah bilang kalau ia pernah jadi anggota geng dulu. Tapi Samudra tak percaya karena yang ia kenal Askar bukan remaja berandalan waktu SMP. Yang ia tau Askar putus sekolah saat SMP dan memilih bekerja untuk ke2 adiknya itu. Hanya itu yang ia tau. Sementara Reynan sudah tau dari lama.

Akhirnya mereka menceritakan lagi siapa itu BD bahkan mereka mengenalkan 1 persatu anggotanya yang ada 15 orang.

"Wah serius? Bang Askar hebat banget bisa jadi anggota termudanya."

"Ya. Kadang gw bangga dikit."

"Bang kalo kita bangun lagi geng nya boleh ga, bang? Pake nama BD gitu?" tanya Zidan.

"Kalo kalian berani bilang sama Miky (Mantan Ketua BD), gw bolehin aja."

"Eh. Ga jadi, bang! Hehe... Becanda gw."

Jika berurusan sama Askar saja sudah semengerikan itu apalagi sama ketuanya. Bayangkan kalian kacang dan Miky tupainya. Sekalinya kalian njogrok didepannya, sudah dipastikan sekali hap kalian lenyap.

"Oh nih buat kalian. Thanks udah bantuin gw." Zidan menerima uang ratusan 20 lembar itu. Masing-masing ia bagi 2.

"Thanks, bang."

SAMUDRA ⚠️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang