Tanding

7.3K 298 9
                                        

Bryan memarkirkan mobilnya digarasi tepat pukul 10 malam. Perjalanan dari bandung ke jakarta membutuhkan waktu hampir 4 jam karena macet yang luar biasa tadi membuat mereka terjebak dijalan.

Bryan menatap kesampingnya. Terlihat Samudra yang menghela napasnya. Ia tau istrinya itu lelah karena mengikutinya seharian. Ia lupa stamina Samudra berkurang semenjak lahirnya Cley membuat pria itu cepat lelah.

"Mau gendong, Mom?"

"Ga usah, Dad. Ayo."

Bryan mengangguk. Menyusul Samudra untuk masuk ke rumah mereka.

"Assalamualaikum."

Samudra membuka pintu. Tak ada jawaban. Ia dan Bryan mulai mencari keberadaan buah hati mereka.

"Astaghfirullah." Ujar ke2nya bersamaan melihat bagaimana hancurnya ruang tamu dan melihat 2 makhluk yang tertidur di sofa kotor itu. Dengan keadaan Leo yang memangku si kecil yang nyenyak didadanya.

Sekilas semangat ke2nya kembali lagi saat melihat 2 malaikat mereka. Tapi hanya batin yang semangat. Tubuhnya tetap lemas karena lelah.

Bryan panik saat melihat Samudra menitikkan air matanya 2 butir. Istri cantiknya sangat kelelahan.

Bergegaslah ia mengangkat tubuh itu dan membawanya ke kamar mereka yang juga sama berantakannya. Ia merapikan kasur sebentar dan menidurkan si mungil.

"Istirahat ya. Biar aku bereskan."

"Tapi..."

"Stt... Kamu capek. Istirahat ya. Yang nurut."

Akhirnya Samudra mengangguk. Ia menutup matanya saking lelahnya setelah Bryan mengecup keningnya sekilas.

Pria 36 tahun itu mengganti bajunya sejenak kemudian mulai merapikan semua kekacauan yang disebabkan ke2 putra nakalnya.

Ia merapikan lemari untuk awalan. Melipat kembali baju-baju yang berserakan dilantai dan menatanya kembali di lemari. Setelahnya ia keluar untuk membereskan ruang berserakan itu.

Bryan menatap ke2 putranya itu. Lalu dengan perlahan ia mengangkat si kecil. Tapi sayangnya pergerakan nya mengganggu tidur Leo.

"Daddy pindahkan Cley. Kamu pindah ke kamar tidurnya. Daddy mau beresin ini."

Leo mengangguk. Tapi ia tak beranjak. Ia menatap sekelilingnya yang berserakan. Ia berpikir pasti samudra akan sangat marah besok paginya.

"Kenapa masih disini?" Tanya Bryan saat kembali dan masih melihat Leo disana.

"Daddy ga tidur?"

"Daddy mau bersihin ini semua. Mommy kecapean."

"Leo bantuin."

"Serius mau bantuin?"

"Iya lah, Dad."

Dan akhirnya ke2 pria beda usia itu bekerja sama membersihkan rumah di malam hari itu. Hingga jam menunjukkan pukul 12 malam mereka akhirnya selesai. Semuanya nampak rapi kembali. Bahkan Leo sempat mengepel lantainya hingga dapur.

Ke2nya istirahat di sofa ruang tamu. Menyeka keringat masing-masing.

"Tadi macet ya, Dad?" Tanya Leo memecah keheningan.

"Iya. Sampe 4 jam an."

"Pantesan lama. Cley untungnya anteng sama Leo."

Bryan terkekeh mendengarnya. Bersyukur Leo bisa menjaga adiknya meski membuat hancur rumah.

"Kamu udah gede ya, Leo. Jaga baik-baik adik kamu itu. Itu tanggung jawab kita bersama."

"Of course, dad."

SAMUDRA ⚠️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang