Abang Leo

10K 251 7
                                        

Setahun sudah  berlalu dan hadiah yang Leo inginkan akhirnya terkabul juga. Remaja itu mengendarai motornya dengan kecepatan menggila. Tak peduli klakson yang memperingatinya. Ia bahkan tak peduli tadi langsung pergi dari kelas kuliah yang tengah ia ikuti.

Ia sampai di parkiran, langsung turun dan berlari ke ruangan yang Bryan tunjukkan di room chat nya tadi.

Ruang VVIP. Dengan tergesa ia membuka pintunya membuat seisi ruangan menatapnya. Napasnya ngos-ngosan dengan langkah kaki melambat dan mata menyapu lurus kedepannya.

"Abang."

Deg.

Nama panggilannya bukan Leo lagi sekarang. Tapi 'Abang'. Leo rasa mau melayang saat suara cantik Mommy nya memanggilnya sambil tersenyum.

"Sini, nak."

Leo mendekat dengan ragu. Menyalami Bryan dan Samudra sekilas sebelum fokusnya kembali pada makhluk mungil yang tengah terlelap di gendongan Samudra sehabis menyusu.

Calista dan Rakki tersenyum melihat cucunya begitu terpesona dengan adik barunya.

"Mau gendong, sayang??"

Dengan gelagapan ia menggangguk lirih. Bryan yang mengerti pun mengambil alih si kecil dan memberikannya pada Leo yang nampak gemetar. Kaku sekali dia.

Matanya menelisik teliti setiap inci wajah bayi itu. Tersenyum saat melihat sang adik yang mirip sekali dengan Mommynya. Cantik dengan bibir kecil yang tebal dan rambut hitam halusnya.

"Ini punya Leo?" tanyanya.

"Iya, sayang. Itu adik Leo. Little brother. Sesuai yang Leo mau tahun lalu. Dan inget sayang. Besok kamu ulang tahun. Jarak tanggal lahir kalian cuma 1 hari." Kata Bryan senang melihat anaknya yang tampak sangat antusias.

"M-makasih, Mommy Daddy."

"Sama-sama, sayang."

Leo menimang si kecil dengan pelan. Mulutnya bergerak mengecup pipi gembil itu. Dalam hatinya sangat gemas ingin mengunyelnya. Tapi takut jika si kecil menangis.

"Siapa namanya, Dad?" tanyanya setelah hampir 10 menit hening dengan keterpesonaan Leo.

"Leo ada saran, nak?" tanya balik Samudra.

"Umm Kingcleyo Raga Alexander."

"Kingcleyo? Panjang sekali nak."

"Tapi itu bagus artinya, nak. Raja sumber kekuatan. Kita bisa memanggilnya Cley. Ada nama Leo juga didalamnya." ujar Rakki.

Samudra tersenyum cantik. Ia mengangguk setuju. Begitu juga dengan Bryan.

Hati Leo senang bukan main hari itu. Ia sudah berjanji didalam hatinya akan menjaga si kecil sampai kapanpun itu bahkan dengan nyawanya sendiri. Yang harus ia pastikan adalah ia bisa melihat malaikat kecil itu setiap harinya.

***

Leo meringis melihat adiknya yang tak bisa diam. Hari sabtu ini ia diminta Bryan dan Samudra untuk menjaga bocah 1 tahun itu seharian karena Samudra harus menemani Bryan keacara pernikahan teman mereka dan mumpung Leo libur jadi ia disuruh menjaga si gembul.

"Nyahh... Humm... Banghuhh..."

"Iya, Cley. Bentar ya."

Keadaannya kini Cley dipangkuan Leo yang tengah bermain game di pc nya. Ia kira dengan menonton, Cley akan lebih tenang dan diam. Tapi ia salah. Bocah itu hanya merusuh dengan memukul-mukul keyboard nya yang bercahaya pelangi membuat Cley semangat memainkannya.

"Urus dulu aja adek lo, Yo." ujar Angga diseberang sana. Mereka tengah main bersama sekarang.

Leo menghela napasnya dan mengiyakan ucapan Angga. Ia mematikan gamenya dan menggantikkan layar itu menjadi tontonan anak-anak dari youtube yang ia putar. Berharap Cley bisa anteng. Jujur pinggang Leo sakit karena terus menggendong si kecil yang begitu aktif.

SAMUDRA ⚠️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang