Camer

7.1K 388 13
                                        

Pukul 3 sore latihan vokal selesai. Mereka tersenyum saat lagi selesai dinyanyikan dan musik berhenti. Bangga karena yang mereka dengar bagus.

"Oke cukup. Besok Sabtu siang kita ketemuan di kafe nya aja."

"Oke!!"

"Beresin habis itu boleh balik."

Mereka segera membereskan alat-alat yang mereka gunakan. Setelahnya mereka pun pulang.

Cklek.

Samudra mengunci pintu ruang musik.

"Kalian balik sama siapa?" Tanya Ganzi. Mereka berjalan menyusuri koridor dengan santai.

"Gw sama Tion. Dia udah nunggu di parkiran."

"Kalo lu, Ga?"

"Kalo ga sama Bryan ya sama lu. Soalnya dia ga ngechat lagi."

"Yaudah kalo di parkiran ga ada lu sama gw." Samudra mengangguk. Di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan Bily yang sepertinya baru keluar dari ruang OSIS.

"Eh kak? Kok baru pulang?" Tanya Dani.

"Iya, nih. Baru selesai rapat osis buat acara lengser dan OSIS baru."

"Ouhh."

"Eh ya, Sam. Nih buat lu."

Bily merogoh sakunya dan memberikan 4 permen lolipop.

"Kalo mau bagi boleh. Yaudah gw duluan ya. Bye." Sebelum pergi Bily sempat mempuk-puk kepala Samudra sebentar.

"Thanks, kak."

"Yoo."

Ke3nya menatap permen ditangan Samudra.

"Nih mau ga?"

Dani dan Ganzi mengambil masing-masing 1 dan memakannya.

Lalu mereka melanjutkan jalan ke parkiran. Dimana disana ada 3 motor yang terparkir berjejer. Punya Ganzi, Tion dan juga Bryan. 2 remaja itu sudah siap dengan motornya.

Ganzi berpamitan terlebih dahulu karena enggan menjadi nyamuk. Dani dan Tion pun menyusul Ganzi untuk pulang. Kini tinggal Bryan dan Samudra yang ada di parkiran.

"Apa?" Tanya Samudra saat Bryan menatap telak matanya dengan tatapan tajam.

Posisinya memang Bryan bersender di motornya dengan tangan yang ia masukkan kedalam saku celananya.

"Ga usah deket-deket sama ketos tuh." Ujarnya.

"Lah? Kenapa emang?"

"Gw ga suka."

Samudra terdiam sebentar sebelum tau bahwa Bryan tengah cemburu sekarang.

"Yaelah cuma temen."

"Kita juga awalnya temen, ay!"

"Masa? Kita temen kan pas TK. Gede nya rival."

"Ayyyy!!"

Samudra terkekeh pelan. Bryan mode cemburu gini membuatnya suka untuk menjahilinya.

Samudra menangkup pipi Bryan seraya tersenyum manis. Sangatttt manis. Bryan sampai terbuai dengan senyuman lesung pipi dan gigi gingsulnya itu. Sangat menggemaskan.

"Iya iya maaf ya. Ga lagi kok. Insyaallah."

"Ayyy!" ಠ⁠︵⁠ಠ

"Haha lucu banget sih. Iya iya."

"Sun dulu."

"Sun?"

"Kiss."

"Mau dimananya?"

SAMUDRA ⚠️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang