Motor Bryan memasuki parkiran sekolah. Banyak pasang mata yang menatap iri pada Samudra. Bahkan mereka tau Bryan tak akan membiarkan siapa saja ada di jok belakangnya. Teman-temannya pun tak ia bolehkan. Dan sekarang justru Bryan membonceng Samudra yang notabenya dikenal orang yang suka ia rundungi. Aneh memang.
Dani dan Ganzi yang menunggu kedatangannya menatap keduanya penuh curiga.
"Serem banget mata kalian. Biasa aja atuh." Kata Samudra.
"Gw masuk ya. Nanti istirahat gw jemput di kelas." Bryan menepuk-nepuk pucuk kepala Samudra sekilas sebelum pergi dari sana. Meninggalkan kekasihnya yang tengah diintrogasi ke2 sahabatnya.
"Aihh iya-iya gw jelasin. Emm kalian masih inget Alex, kan? Temen tk kita dulu."
Dani dan Ganzi nampak berpikir sebelum mengangguk serempak. Mereka mengingatnya.
"Nah si Alex tuh Bryan."
"HAH?!"
"Anjing telinga gw! Pengang bangke! Biasa aja dong teriaknya!"
"Eh sorry-sorry. Kaget njir. Tapi lu serius?"
"Serius. Masih inget Tante Ista, kan? Rumahnya sekomplek sama gw."
"Bjir lah! Kok bisa."
"Nah itu. Ceritanya sampe di bang Askar yang tanding by one sama Bryan dan gw taruhannya. Abang gw kalah."
"Sia anjing. Kok lu mau sih dijadiin taruhan gitu?"
"Soalnya kan gw kegiur sama taruhanya. Kalo dia kalah, dia beliin gw PC satu set. Jadi gw setuju."
"Jadi sekarang kalian pacaran?"
"Huum."
"Semoga ga berakhir NT. Lu tau kan fans dia di sekolah banyak. Kalo sampe mereka tau lu pacaran sama Bryan udah dipastiin lu bakal kena tindas lagi."
"Slowly. Kalian tenang aja. Kali ini gw ga bakal diem aja kalo dirundung lagi."
"Bener?"
"Iyap."
"Bagus deh."
Dani dan Samudra menatap Ganzi lekat.
"Ape?"
"Jadi tinggal lu yang jomblo."
"Anjingg!!"
"WKWKWKWK!!"
***
"Baiklah. Untuk tugasnya dikumpulkan hari Jumat. jangan sampai terlambat atau nilai kalian kosong. Mengerti?"
"Mengerti, Bu."
"Saya tutup sampai disini. Permisi."
Setelah Bu Nata pergi, kelas ribut. Seperti biasa jam istirahat pasti akan langsung ngebut ke kantin untuk mengisi perut yang keroncongan.
"Gw pengen ngebakso, deh." Kata Dani setelah selesai membereskan buku-bukunya.
"Yaudah ayo ngebakso." Ganzi dan Samudra berdiri. Tapi belum juga keluar, gerombolan Bryan masuk tanpa permisi menghampiri trio Bodrex itu.
"Ikut." Tion mengambil tangan Dani.
"Eh mau kemana?"
"Ikut aja."
"Ges duluan aja nanti gw nyusul." Kata Dani sebelum ia dibawa Tion keluar kelas entah kemana.
"Ayo." Sekarang giliran Bryan.
"Ayo kemana?"
"Kantin, babe."
"Ceilah! PJ nya Jan lupa." Kata Ganzi yang menatap Bryan lekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ⚠️
Teen FictionSi puting menggoda yang menjadi incaran banyak orang tapi malah jatuh pada rivalnya sendiri yang menggilainya bahkan sejak mereka bertemu saat TK dulu. Banyak yang ingin mencelakakan dirinya apalagi saat orang-orang tau ia mempunyai hubungan dengan...
