Basket

16.9K 830 11
                                        

Samudra menyeka keringat yang membasahi wajah dan badannya. Perkataan Dani benar. Ia kini harus mendapat hukuman karena belum menyelesaikan tugasnya. Tapi tak apa. Itu karena keteledorannya sendiri.

Sudah 18 putaran. Kurang 12 putaran lagi untuk ia menyelesaikan hukumannya. Lapangan bola itu luas. Kakinya sudah keram jadi Samudra memutuskan istirahat sebentar. Meluruskan kakinya lalu badannya dibuat tidur dipinggir. Matanya langsung terpejam saat matahari langsung menyingsing terik mengenai wajahnya yang merah padam karena lelah.

"Wkwkwk kesian banget sih haha!"

Samudra menoleh kesampingnya. Dengan mata menyipit ia meilhat siapa yang menertawainya.

Ada 3 gadis disana. Mereka kakak kelas. Samudra yang termasuk dalam list rundungan Bryan dan kawan-kawannya otomatis 3 gadis itu juga ikut seolah membencinya. Sejujurnya Samudra sama sekali tak memperdulikannya. Hanya saja dia selalu kesal jika melihat 3 orang itu selalu menggunakan tangan misalnya untuk memukul kepala, menampar atau mencubit siswa siswi yang bermasalah dengannya. Meski kecil perkaranya. Ntah tangannya selalu geram jika dekat mereka.

Namanya Celsie, Rina dan Naila. Jika dikelompokkan mereka juga setara dengan Bryan dan teman-temannya. Tukang bully.

"Butuh kipas ga?! Haha!"

Samudra berdiri kembali. Menatap ke3nya dengan santai.

"Butuh nih buat ngipasin dosa lu. Sapa tau berkurang." Katanya lalu melanjutkan larinya membuat mereka mengepalkan tangan kesal. Padahal Samudra cuma mengucapkan 2 kalimat tapi bisa membuat mereka geram sekali.

Samudra tersenyum tipis melihat mereka pergi dengan dongkol hati.

Setengah jam lagi berlalu...

Samudra berkacak pinggang dengan napas memburu lelah.

Bryan yang ingin membolos itu tak sengaja melihat Samudra ditengah lapangan. Remaja itu menatap Samudra dari bawah sampai atas. Melihat tubuh mungil itu dipenuhi peluh keringat.

Dan matanya terfokus pada 2 benda menonjol didada Samudra. Keringat itu membuat baju putihnya menyesap ke kulitnya hingga tercetak jelas lekukan tubuhnya.

Bryan meneguk ludahnya kasar. Bagaimana mungkin Samudra yang notabennya cowok mempunyai puting semenggoda itu? Pantas saja ia lebih sering melihat Samudra menggunakan jaket atau Hoodie. Ternyata untuk menutupi dadanya yang menonjol.

Samudra menoleh saat pipinya tiba-tiba terserang dingin botol yang menempel.

"Eh?"

"Nih minum. Aus kan?" Bily menyodorkan air mineral itu dan dengan senang hati Samudra menerimanya.

"Makasih, kak."

"Yoi. Ni gw ada rapat osis. Btw guru juga pada rapat. Jamkos sampe pulang. Gunain buat istirahat. Yaudah Gw cabut ya."

"Iya, kak. Thanks sekali lagi."

Bily sempat mengusak rambut berkeringat Samudra sebelum pergi dari sana. Membuat panas hati remaja yang sedari tadi mengawasi adik kelasnya itu.

Samudra menyipit setelah meneguk minumannya. Melihat siapa yang menghampirinya.

Hingga Bryan sampai didepannya dengan tangan yang sedari tadi menenteng jaket hitam kulit.

Bryan melempar jaket itu membuat Samudra refleks memegangnya.

"Apa nih?!"

"Tutupin dada lu."

"Hah?!"

Bryan pergi begitu saja. Samudra menatap punggung remaja itu dengan kening mengerut.

"Dada??"

SAMUDRA ⚠️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang