Siang hari itu Naya, Hana, Arzan dan Amar datang ke ruang guru untuk mengumpulkan buku latihan matematika wajib.
"Nay lo dulu dong yang masuk" ucap Hana mendorong Naya pelan.
" Kenapa mesti gue, lo dulu sesekali mah" ujar Naya.
" Titip aja bukunya ke Amar sama arzan biar mereka yang masuk ke ruangan" ucap Naya lalu di setujui oleh Hana.
"Amar sekalian dong, kan yang masuk gak boleh banyakan" Ucap Hana yang menyerahkan bukunya kepada Amar.
"Sekalian punya gue juga" Naya menyerahkan bukunya lalu tertawa kecil ke arah Hana.
" Iya iya" ucap Amar singkat.
"Makasih Amar" ucap mereka barengan.
Saat akan kembali ke kelas tiba tiba dari arah belakang terdengar suara perempuan.
Abang!!! Teriak perempuan berkerudung rabani itu.
Arzan membalikkan badannya dan menghampiri perempuan itu.
Anak itu kayaknya pernah gue liat ( batin Naya).
"Kiara, benarkah dia Kiara" lirih Naya pelan.
" Amar dia siapa nya arzan? Tanya Naya sambil memainkan kukunya.
" Dia adiknya Arzan, kelas 10" ucap Amar.
" Oh pantesan mukanya mirip" celetuk Hana yang sedang memainkan hp sambil duduk berjongkok.
Jadi, gadis yang dulu gue tolong itu adiknya Arzan (batin Naya).
Setelah selesai mengobrol Kiara melihat ke arah Naya dengan memiringkan kepalanya 90 derajat
"Kak Naya?" Ucap Kiara sambil menunjuk ke arah Naya lalu berjalan menghampiri Naya.
"Halo kak aku Kiara, ternyata kak Naya sekolah disini" ujar Kiara tersenyum ramah kepada Naya.
Naya membalas senyuman hingga tampak lesung pipi Naya, manis sekali.
Hingga membuat Arzan tidak berkedip melihat senyuman Naya yang begitu Indah.
Arzan mengembangkan senyumannya kala melihat Naya tersenyum, hingga Amar berdehem dan membuyarkan semuanya.
Astaghfirullah ( batin Arzan) lalu mengusap wajah menggunakan tangan kanannya.
"Bang Arzan sekelas sama kak Naya? Kok gak bilang-bilang" Ucap Kiara mencubit lengan Arzan.
"Akhhh kenapa di cubit sih dek" ucap Arzan meringis kesakitan.
"Lagian Abang diem aja sih" ucap Kiara sebal.
"Asal Abang tau kak Naya ini udah nolongin Kiara waktu pulang dari pasar, Abang kan katanya izin mau pergi terus datang lagi buat jemput Ara karena lama, datanglah anak jalanan terus mereka ngancem Ara untungnya ada kak Naya" Ara menjelaskan panjang lebar, Arzan sebagai kakak yang baik hanya mendengarkan cerita dari adiknya itu.
Gemas banget sih liat mereka berdua (batin Naya).
" Ya udah kak Ara mau balik ke kelas sampai jumpa, kalau bang Arzan nakal bilang ke Ara ya" ujar Ara lalu berlari menyusul temannya yang sudah duluan pergi.
" Iya" Ucap Naya melambaikan tangannya.
****
Part Naya cemburu
Naya yang sedang duduk di depan kelas sambil menunggu teman temannya yang sedang menunaikan sholat Dzuhur sedangkan dirinya tidak ikut sholat karena sedang berhalangan.
Matanya tertuju pada seorang laki laki dan perempuan yang sedang berjalan beriringan sambil mengobrol.
Meskipun penglihatannya sedikit buram karena mempunyai masalah pada matanya, tapi Naya berusaha memperjelas penglihatannya.
Dan yang dia lihat adalah Arzan yang sedang berjalan dengan seorang perempuan yang tampak seperti sedang mengobrol.
Naya tidak pernah melihat Arzan sedekat itu dengan perempuan. Dirinya berusaha untuk berpikir positif namun, jika cinta sudah memakai hati pikiran sudah tidak bisa digunakan. Ada benarnya jika cinta membutakan segalanya.
"Aku cemburu dengan seseorang yang begitu dekat denganmu, sedangkan aku saja belum pernah sedekat itu denganmu."
~Keynayya
Ya Allah sadarkan hati ini, jika aku memang tidak pantas bersanding dengan nya (batin Naya).
Jika terus di lihat itu akan memperburuk mood Naya. Naya pun pergi ke tempat yang sepi untuk mengosongkan hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA TAPI GENGSI
Fiksi RemajaKisah ini bermula saat dirinya bersekolah di SMA. Awalnya ia belum pernah jatuh cinta dengan laki-laki manapun, lalu Tuhan mendatangkan seseorang yang sangat berharga tapi bukannya bahagia ia malah menderita dalam artian mencintai terlalu dalam. Key...
