thirty three

13 1 0
                                        

Pada pukul 08:00 rombongan bis 3 sampai ke sebuah restoran kecil. Semua siswa turun dari mobil dan mengikuti pemandu yang mengarahkan mereka ke tempat makan.

Tempat makan disini sistem nya berbasis prasmanan, yaitu mengambil makanan sesuai selera.

"Busett, indah lo mah ngambil lauk nya aja banyak nasi nya cuma Segede kepalan tangan bayi" ucap Gisel yang sedang mengambil nasi dari sebuah wadah besar.

" Biarin lah, suka suka gue dong emang lo siapa temen bukan, sahabat bukan, kenal juga nggak" celetuk indah dengan nada alay nya.

"Astaghfirullah ni orang kek nya minta di bunuh deh" ujar Gisel mengusap dadanya.

"Liat tuh si Naya ngambil nasi sama lauk nya seimbang gak kayak elo" celetuk Gisel.

"Buset lu kayak belum makan 1 bulan aja, ngambil sebanyak itu" timpal indah melihat piring Naya yang begitu penuh dengan nasi dan lauk pauknya.

"Anjir gak makan 1 bulan ya mati lah oncom, biarin biar kenyang" ujar Naya melahap nasi di piringnya.

"Oncom mah makanan belegug" celetuk Indah menyeruput es teh nya.

"Heh itu Asyraf sama temen temennya kenapa makan di dekat kita sih kayak gak ada tempat lain aja ,anjir malu lah" ucap Gisel melihat kedatangan geng brigapura yang berada di sebelah tempat mereka.

"Ya biarin lah, segala malu emang tempat ini punya elo mereka juga bebas mau makan di mana aja" celetuk Naya membuat Gisel menjadi gak mood.

Naya menyadari jika Reyhan sedang melihat ke arah Hana yang sedang makan. Sedangkan Hana sama sekali tidak sadar atau bahkan tidak peka.

Naya berdehem dan berpura pura batuk untuk mencairkan suasana. Reyhan yang merasa Naya  mengetahui hal ini segera ia beralih melihat ke arah makanannya dan melanjutkan makannya.

"Nay makannya kalau makan jangan buru buru " ucap Gisel menatap Naya.

Naya enggan memberi tahu kepada Hana tentang apa yang dilihatnya, ia mengurung niat untuk berbicara.

Naya juga sempat memperhatikan mata Amar yang sepertinya sedang melihat ke arah syaqil sambil tersenyum.

Ada apa ini sebenarnya, seperti ada yang disembunyikan (batin Naya).

Naya memperhatikan gerak gerik syaqil yang beberapa kali kepergok sedang menatap wajah Amar. Ingin sekali Naya bertanya, tapi sepertinya ini bukan urusannya jadi ia tidak berhak untuk ikut campur.

Setelah selesai makan mereka pergi menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan ke kampus UGM,
Kampus kakak nya Naya.

Naya sangat menikmati perjalanan ditemani lagu Spotify kesukaannya.

"Hana tau gak, tadi gue liat Reyhan liatin lo pas lagi makan" ujar Naya membuat Hana menghentikan aktivitas bermain ponselnya.

"Serius Lo?" Tanya Hana matanya membulat sempurna.

"Iya, tadinya gue mau nyadarin lo cuma lo lagi keasikan makan" ujar Naya membuka aplikasi Ig untuk berfoto.

"Liat ke kamera na" Naya mengarahkan kamera ke depan mereka.

"Ciluk ba" Naya mengejutkan Hana menggunakan filter horor.

"Huaa anjir, kirain beneran cuma filter" Hana teriak kaget lalu membekap mulutnya, Naya tertawa melihat ekspresi Hana seperti orang polos.

"Lu tau gak filter yang bagus namanya apa?" Tanya Naya mengisi kegabutannya.

"Tau, sini hp nya" Naya memberikan ponselnya kepada Hana, lalu Hana mengetik di kolom pencarian.

"Nah yang ini di jamin bikin glowing" Hana memperlihatkan sebuah filter lalu mereka mencobanya.

" Beneran kek asli, maasyaAllah wajah gue mendadak jadi cantik tapi emang gue mah udah cantik dari lahir hehe" celetuk Naya dengan percaya diri.

"Heleh, senang kali kau muka kek nenek sihir begitu" timpal Hana membuat Naya terlihat kesal.

CINTA TAPI GENGSICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang